Ekonomi NTB Tumbuh 10,42 Persen, Pengamat Ingatkan Pemerintah Jangan Terjebak Euforia Angka
MATARAM, iNewsLombok.id – Pertumbuhan ekonomi Nusa Tenggara Barat (NTB) yang mencapai 10,42 persen pada Semester I 2026 mendapat sorotan dari Pengamat ekonomi dan kebijakan publik Pusat Kajian dan Analisis Ekonomi Nusantara (PKAEN), Edo Segara Gustanto.
Edo mengingatkan Pemerintah Provinsi NTB agar tidak berhenti pada pencapaian angka pertumbuhan ekonomi. Menurutnya, capaian tersebut memang layak diapresiasi, tetapi harus diikuti evaluasi mengenai kualitas pertumbuhan, pemerataan manfaat, penciptaan lapangan kerja, hingga dampaknya terhadap kesejahteraan masyarakat.
“Pertumbuhan ekonomi yang tinggi merupakan indikator penting, tetapi bukan satu-satunya ukuran keberhasilan pembangunan. Pertanyaan mendasarnya adalah apakah pertumbuhan tersebut benar-benar meningkatkan pendapatan masyarakat, memperluas lapangan kerja, memperkuat UMKM, dan mengurangi kemiskinan,” ujar Edo.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) NTB, ekonomi daerah secara kumulatif pada Semester I 2026 tumbuh 10,42 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara itu, pertumbuhan ekonomi pada Triwulan II 2026 mencapai 7,41 persen secara tahunan atau year on year (yoy).
Perbedaan kedua angka tersebut berkaitan dengan periode pengukuran. Pertumbuhan 10,42 persen merupakan pertumbuhan kumulatif Semester I atau cumulative to cumulative (c-to-c), sedangkan 7,41 persen merupakan pertumbuhan Triwulan II dibandingkan Triwulan II tahun sebelumnya.
Menurut Edo, penyampaian data tersebut harus dilakukan secara tepat agar publik memahami sumber dan karakter pertumbuhan ekonomi NTB.
Edo menilai struktur pertumbuhan ekonomi NTB perlu diperhatikan secara serius, terutama karena sektor pertambangan dan penggalian menjadi lapangan usaha dengan pertumbuhan tertinggi pada Triwulan II 2026.
Editor: Purnawarman