LOMBOK, iNewsLombok.id Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) yang juga Ketua PB PON NTB 2028, Lalu Muhamad Iqbal, resmi mendaftarkan diri sebagai bakal calon Ketua KONI NTB pada Jumat (14/8/2026).
Iqbal datang ke sekretariat tim penjaringan didampingi Ketua KONI Kota Mataram Firad Pariska, Ketua Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) NTB Nadirah Al Habsi, serta sejumlah pendukung dari cabang olahraga.
Dalam pendaftaran tersebut, ia menyerahkan 28 surat dukungan cabang olahraga, 8 dukungan KONI kabupaten/kota, serta memenuhi kewajiban uang pendaftaran sebesar Rp200 juta.
Kepada awak media, Iqbal mengaku telah berkomunikasi dengan Ketua Tim Penjaringan maupun Ketua KONI NTB, Mori Hanafi, agar masa pendaftaran diperpanjang hingga setelah 18 Agustus 2026.
"Saya sudah hubungi Karteker ketua Penjaringan dan Ketua KONI Mori Hanafi, meminta perpanjangan sampai 18 agustus dan juga menghubungi Ketua KONI pusat, tapi saya daftar hari ini memenuhi persyaratan saja," ungkap Iqbal kepada awak media.
Menurutnya, langkah mendaftar lebih awal dilakukan semata-mata untuk memenuhi seluruh persyaratan administrasi, sembari menunggu keputusan terkait kemungkinan perpanjangan masa penjaringan.
Fokus Prestasi Atlet dan PON 2028
Iqbal menegaskan keikutsertaannya dalam bursa Ketua KONI NTB tidak didorong kepentingan pribadi maupun politik. Ia menyebut tujuan utamanya adalah memperkuat pembinaan olahraga NTB menjelang penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028.
"Tidak ada motif, kalau motif ada mensrea. Semangat saya dan Mori Hanafi sama untuk kemajuan olahraga dan sukses PON serta meningkatkan prestasi atlet," tegasnya.
Sebagai Ketua PB PON NTB 2028, Iqbal menilai sinergi antara pemerintah daerah, KONI, dan seluruh cabang olahraga menjadi kunci agar NTB mampu menjadi tuan rumah sekaligus meraih peningkatan prestasi atlet di ajang nasional.
Musyawarah Provinsi (Musprov) KONI NTB akan memilih ketua baru untuk periode 2026–2030. Sebelumnya, Tim Penjaringan dan Penyaringan (TPP) telah membuka pendaftaran bakal calon sejak awal Agustus 2026 dengan syarat utama memperoleh dukungan minimal dari KONI kabupaten/kota dan cabang olahraga anggota KONI NTB.
Pemilihan Ketua KONI NTB menjadi agenda strategis karena kepengurusan baru akan memimpin persiapan pembinaan atlet menuju PON XXII Tahun 2028, yang akan digelar di Provinsi NTB dan Nusa Tenggara Timur (NTT) serta Jakarta sebagai penyangga.
Editor : Purnawarman
Artikel Terkait
