3. Komitmen pada Maqashid Syariah
Sebagai lembaga keuangan syariah, komisaris wajib memahami dan menerapkan nilai-nilai maqashid syariah: keadilan (al-‘adl), transparansi (amanah), dan maslahat publik. Etika Islam harus menjadi fondasi dalam mengawal arah kebijakan bank.
4. Seleksi Harus Transparan dan Akuntabel
Edo mendorong agar proses seleksi dilakukan secara terbuka dan melibatkan komite nominasi independen. Evaluasi dari pihak luar—akademisi, praktisi keuangan, hingga Dewan Pengawas Syariah—diperlukan untuk menjaga objektivitas proses.
5. Jabatan Komisaris Harus Dievaluasi Secara Berkala
“Komisaris bukan hanya duduk di kursi pengawasan, tapi harus bisa menunjukkan dampak nyata. Evaluasi kinerja harus dilakukan secara periodik dan disampaikan secara terbuka ke publik,” tegasnya.
6. Melek Syariah dan Ekonomi Digital
Di era transformasi digital, Edo menekankan pentingnya calon komisaris memiliki literasi tinggi di bidang ekonomi digital dan inovasi syariah.
Komisaris tidak cukup hanya paham syariah secara tekstual, tetapi juga kontekstual terhadap perkembangan industri keuangan syariah global.
Dengan berbagai pertimbangan itu, Edo berharap seleksi pengurus dan komisaris Bank NTB Syariah tidak dicederai oleh kepentingan politik jangka pendek, melainkan menjadi momentum memperkuat profesionalisme dan daya saing bank daerah berbasis syariah di tengah persaingan nasional.
Editor : Purnawarman
Artikel Terkait