JAKARTA, iNewsLombok.id - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat kembali mengalami pelemahan signifikan pada perdagangan Senin (16/3/2026). Berdasarkan data pasar global, kurs rupiah sempat menyentuh level Rp17.000 per dolar AS sekitar pukul 14.34 WIB.
Pelemahan ini menunjukkan depresiasi sekitar 0,25 persen dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya. Pada Jumat (13/3/2026), rupiah masih berada di posisi Rp16.958 per dolar AS, sehingga tren penurunan tersebut memperpanjang tekanan terhadap mata uang domestik dalam beberapa hari terakhir.
Analis menilai kondisi ini tidak lepas dari meningkatnya ketidakpastian global, terutama akibat perkembangan situasi geopolitik di kawasan Timur Tengah.
Ketegangan Timur Tengah Picu Lonjakan Harga Minyak
Pengamat mata uang dan komoditas Ibrahim Assuaibi menilai tekanan terhadap rupiah dipicu oleh meningkatnya kekhawatiran pasar global setelah muncul pernyataan dari pemimpin baru Iran, Mojtaba Khamenei, terkait rencana penutupan Selat Hormuz.
Selat Hormuz merupakan jalur perdagangan energi paling vital di dunia karena sekitar 20 persen pasokan minyak global melewati jalur tersebut setiap hari.
Editor : Purnawarman
