Pergeseran BTT Rp484M Tak Muncul di LHP BPK RI, 4 Anggota DPRD NTB Minta BPK Audit Investigatif

Sri Susantini
Surat Empat legislator PDIP meminta BPK RI mengaudit investigatif dana BTT NTB Rp484 miliar yang disebut tidak tercantum dalam LHP APBD 2025. (Foto: Tangkapan Layar)

Rachmat menilai selama ini BPK dikenal melakukan pemeriksaan secara rinci, bahkan terhadap kelebihan pembayaran bernilai jutaan rupiah. Karena itu, tidak adanya penjelasan mengenai dana Rp484 miliar tersebut dinilai menjadi pertanyaan serius.

"Audit itu jangan pilih-pilih. Kalau satu miliar diperiksa, setengah triliun juga harus diperiksa," ujarnya.

Politikus yang telah sembilan periode menjadi legislator itu juga mengaku sempat meminta klarifikasi kepada BPK Perwakilan NTB melalui WhatsApp. Namun, balasan yang diterimanya kemudian dihapus.

"Awalnya saya tidak curiga. Tapi setelah pesannya dihapus, saya malah bertanya-tanya," katanya.

Rachmat menegaskan, apabila tidak ada kejelasan mengenai hasil pemeriksaan dana tersebut, Fraksi PDIP akan mengambil sikap politik dalam setiap pembahasan anggaran di DPRD NTB.

"Pengawasan DPRD tidak boleh dilemahkan. Kalau tidak ada kejelasan, kami akan bersikap. Minderheid nota menjadi opsi pada setiap pembahasan dan persetujuan anggaran berikutnya," tegasnya.

Berawal dari Tambahan Dana Bagi Hasil

Polemik dana BTT ini bermula ketika Pemerintah Provinsi NTB memperoleh tambahan Dana Bagi Hasil (DBH) dari pemerintah pusat sebesar Rp515 miliar setelah APBD 2025 ditetapkan.

Dari jumlah tersebut, sekitar Rp484 miliar dimasukkan ke dalam pos Belanja Tidak Terduga (BTT). Selanjutnya, melalui Peraturan Gubernur Nomor 2 Tahun 2025 dan Peraturan Gubernur Nomor 6 Tahun 2025, anggaran tersebut dialihkan menjadi belanja modal untuk membiayai sejumlah program pemerintah daerah.

Menurut Rachmat, mekanisme tersebut perlu diuji kesesuaiannya dengan ketentuan perundang-undangan.

Editor : Purnawarman

Halaman Selanjutnya
Halaman : 1 2 3 4

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network