Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Banggar DPRD NTB: Percepatan Jalan Bisa Lewat Nota Kesepakatan Gubernur dan DPRD
Advertisement . Scroll to see content

Wakil Ketua DPRD NTB Sebut Dana Rp1 Triliun untuk PON 2028 Mustahil dari APBD

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 08:48 WIB
  • author Purnawarman
Wakil Ketua DPRD NTB Sebut Dana Rp1 Triliun untuk PON 2028 Mustahil dari APBD
Wakil Ketua DPRD NTB Muzihir menilai kebutuhan Rp1 triliun untuk persiapan PON 2028 tidak realistis jika seluruhnya dibebankan kepada APBD. iNewsLombok.id/Purnawarman

Ia bahkan menyarankan agar pelaksanaan PON di NTB dipertimbangkan kembali apabila pembiayaan hanya mengandalkan APBD.

"Ini kan masih persiapan, berarti harus ada Rp900 miliar ya mustahil," tegasnya.

Menurut Muzihir, pembiayaan PON semestinya tidak hanya dibebankan kepada pemerintah daerah. Sumber pendanaan lain, seperti dukungan perusahaan melalui program tanggung jawab sosial perusahaan atau corporate social responsibility (CSR), dapat menjadi alternatif.

"Kalau dari CSR-CSR mungkin bisa, tapi kalau dari APBD seluruhnya tentu tidak mungkin," katanya.

Ia juga menilai KONI Pusat perlu memberikan perhitungan yang jelas mengenai kebutuhan anggaran penyelenggaraan PON 2028, termasuk membedakan kebutuhan persiapan, pembangunan atau rehabilitasi venue, serta biaya operasional pertandingan.

DPRD NTB Soroti Beban Anggaran PON 2028

PON 2028 akan menjadi agenda olahraga nasional yang penting bagi NTB karena provinsi tersebut bersama Nusa Tenggara Timur (NTT) ditetapkan sebagai tuan rumah.

Status sebagai tuan rumah membuat pemerintah daerah perlu menyiapkan berbagai kebutuhan, mulai dari venue pertandingan, fasilitas pendukung, akomodasi atlet dan ofisial, transportasi, hingga infrastruktur pendukung lainnya.

Namun, Muzihir mengingatkan agar seluruh kebutuhan tersebut dihitung secara realistis dengan mempertimbangkan kemampuan keuangan daerah.

Menurutnya, jangan sampai pembiayaan PON justru mengurangi kemampuan pemerintah daerah dalam membiayai program pelayanan publik dan pembangunan lainnya.

Wakil Ketua Umum I KONI Pusat, Mayjen TNI (Purn) Suwarno, mengatakan Rp1 triliun tersebut khusus pelaksanaan PON.

“Rp1 triliun untuk penyelenggaraan semuanya. Kalau untuk renovasi ya tambah lagi. Dan tidak ada sharing antara pusat dan daerah. Sejauh ini memang anggaran dari APBD,” terangnya.

 

Perbedaan angka kebutuhan anggaran juga dinilai perlu dibicarakan secara terbuka antara pemerintah daerah, DPRD, KONI, dan pihak terkait lainnya agar tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari.

Muzihir berharap pembahasan mengenai anggaran PON 2028 dilakukan berdasarkan perencanaan yang terukur, sumber pendanaan yang jelas, serta pembagian tanggung jawab antara pemerintah pusat dan daerah.

Dengan demikian, persiapan NTB sebagai tuan rumah PON 2028 dapat berjalan tanpa memberikan tekanan berlebihan terhadap APBD.

Editor: Purnawarman

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut