Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Masyarakat Dukung Keberlanjutan Operasional Smelter di Sumbawa Barat
Advertisement . Scroll to see content

Dari MOL hingga Kompos, Desa Tatar Sumbawa Barat Bangun Kemandirian Perempuan dan Petani Milenial

Jum'at, 30 Oktober 2026 | 18:44 WIB
  • author Purnawarman
Dari MOL hingga Kompos, Desa Tatar Sumbawa Barat Bangun Kemandirian Perempuan dan Petani Milenial
Kelompok perempuan dan petani milenial Desa Tatar, Sumbawa Barat, belajar mengolah bahan lokal menjadi MOL untuk mendukung pengembangan pertanian organik. (Foto: istimewa)

SUMBAWA BARAT, iNewsLombok.id – Upaya mendorong pertanian organik mulai berkembang di Desa Tatar, Kecamatan Sekongkang, Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), Nusa Tenggara Barat (NTB). Kelompok perempuan dan petani milenial dilibatkan sebagai penggerak utama untuk mengembangkan sistem budidaya yang memanfaatkan sumber daya lokal.

Salah satu praktik yang mulai dilakukan adalah pembuatan Mikroorganisme Lokal (MOL) dari bahan-bahan yang tersedia di sekitar rumah. MOL kemudian dimanfaatkan sebagai bagian dari pengelolaan nutrisi dan budidaya pertanian organik.

Program tersebut merupakan perluasan Pengembangan Pertanian Organik yang diinisiasi PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMMAN) bersama Aliksa Organik SRI Consultant. Sebelumnya, metode serupa telah diterapkan di Desa Maluk dan Desa Benete, Kecamatan Maluk.

Pengembangan ke Desa Tatar dilakukan setelah penerapan metode System of Rice Intensification (SRI) Organik di dua desa tersebut menunjukkan peningkatan produktivitas. Rata-rata hasil panen yang dilaporkan mencapai 7,34 ton per hektare, dibandingkan sekitar 4 ton per hektare dengan pola konvensional sebelumnya.

84 Peserta Ikuti Pelatihan Ekologi Tanah

Di Desa Tatar, pengembangan program diawali dengan studi asesmen pada 13–16 Agustus 2026. Tahapan tersebut dilakukan untuk memetakan kondisi sosial-ekologis, potensi sumber daya lokal, serta tantangan yang dihadapi petani.

Program kemudian dilanjutkan dengan Pelatihan Ekologi Tanah (PET) pada 4–10 Oktober 2026. Sebanyak 84 peserta mengikuti pelatihan tersebut, termasuk anggota Kelompok Wanita Tani (KWT) Mawar Merah dan petani milenial.

Editor: Purnawarman

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut