Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : APBD Perubahan NTB 2026: Belanja Naik Lebih Cepat, Tantangan Fiskal Semakin Besar
Advertisement . Scroll to see content

Cegah Material Berlebih Ganggu Produksi, Tambang di Batu Hijau Gunakan Teknologi Laser 3D

Kamis, 11 Juni 2026 | 16:14 WIB
  • author Ummu Salamah
Cegah Material Berlebih Ganggu Produksi, Tambang di Batu Hijau Gunakan Teknologi Laser 3D
Tim Metalurgi AMMAN memanfaatkan teknologi 3D Particle Size Measurement berbasis laser untuk memantau aliran material menuju fasilitas pengolahan Batu Hijau. (Foto: istimewa)

SUMBAWA BARAT, iNewsLombok.id - PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMMAN) terus memperkuat keandalan operasional tambang Batu Hijau melalui penerapan teknologi digital. Salah satu inovasi yang dikembangkan melalui penggunaan teknologi 3D Particle Size Measurement (3DPM) berbasis laser triangulation untuk mendeteksi potensi gangguan pada aliran material sebelum masuk ke fasilitas pengolahan.

Setiap harinya, hampir 100.000 ton bijih hasil penambangan dikirim menuju pabrik pengolahan (processing plant) Batu Hijau. Material tersebut bergerak melalui sistem conveyor menuju SAG Mill, mesin penggiling berukuran besar yang berfungsi memecah batuan bijih menjadi partikel lebih kecil sebelum memasuki tahapan pemisahan mineral.

Di balik besarnya aktivitas pengolahan tersebut, tim Metallurgi AMMAN memiliki peran penting dalam memastikan seluruh material dapat diproses secara aman, stabil, dan efisien. Victor, Achmad, bersama timnya melakukan pemantauan terhadap karakteristik material yang mengalir menuju area pengolahan.

Salah satu tantangan yang dihadapi adalah kemungkinan terbawanya material berukuran tidak sesuai standar atau benda asing non-batuan dari area tambang. Material berukuran besar (oversize objects) tersebut berisiko menghambat perjalanan bijih menuju SAG Mill apabila tidak diketahui sejak awal.

Untuk menjawab tantangan itu, AMMAN menghadirkan teknologi pemantauan berbasis laser tiga dimensi yang memberikan kemampuan deteksi lebih akurat dibandingkan sistem kamera konvensional.

Sebelumnya, pemantauan material masih mengandalkan kamera dua dimensi (2D). Sistem tersebut cukup membantu operator, tetapi memiliki keterbatasan ketika menghadapi perubahan pencahayaan atau kondisi material dengan warna dan tekstur yang hampir sama.

Melalui teknologi 3DPM, sistem melakukan pemindaian menggunakan laser secara real-time untuk membaca bentuk, ukuran, hingga volume objek yang melintas di conveyor.

Data tersebut membantu operator mengenali potensi gangguan lebih cepat sehingga tindakan pencegahan dapat dilakukan sebelum memengaruhi proses produksi.

Penerapan teknologi ini memberikan peningkatan visibilitas terhadap kondisi material yang masuk ke pabrik pengolahan. Informasi yang lebih presisi membantu tim mengambil keputusan secara lebih cepat dan mengurangi risiko terjadinya gangguan operasional.

Selain mendukung kelancaran proses produksi, teknologi tersebut juga menjadi bagian dari upaya AMMAN dalam membangun sistem pertambangan yang lebih modern dan berbasis data.

Victor menilai penerapan 3DPM menjadi contoh bagaimana inovasi dapat lahir dari kebutuhan nyata di lapangan.

“Implementasi teknologi 3DPM menunjukkan bagaimana inovasi dapat lahir dari kebutuhan nyata di lapangan. Kami tidak hanya mengadopsi teknologi baru, tetapi juga mengembangkannya agar sesuai dengan kondisi operasional kami. Hasilnya adalah proses yang lebih andal, efisien, dan mampu mendukung pengelolaan risiko operasional yang lebih baik,” ujar Victor, Kamis (11/6/2026)

Penggunaan teknologi digital dalam kegiatan pertambangan juga sejalan dengan perkembangan industri mineral global yang semakin mengutamakan otomatisasi, keselamatan kerja, efisiensi energi, serta pengelolaan sumber daya yang berkelanjutan.

Melalui inovasi tersebut, AMMAN menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kinerja operasional sekaligus memperkuat praktik pertambangan modern yang aman dan bertanggung jawab.

Editor: Purnawarman

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut