Gubernur Iqbal Sudah Ketua PB PON 2028 Ingin Maju jadi Ketua KONI NTB, Tak Rancu, Asal Penuhi Syarat
Menurut Mori, tugas penyelenggara PON lebih luas karena mencakup berbagai kebutuhan teknis penyelenggaraan, mulai dari kontingen, pembukaan dan penutupan hingga transportasi.
"Sementara PB PON itu, ngurusin kontingen, atlet seluruh daerah, penginapan, pembukaan, penutupan, trasportasi, item lebih banyak dibanding KONI,"tegasnya.
"Gubernur adalah PB PON tidak perlu dipilih otomatis, koni sedikit aja tugasnya di pon ini menyiapakan Atlet, yang nyiapin venue PB pon," tegasnya.
Di sisi lain, Mori menyebut KONI NTB telah menyiapkan sejumlah target untuk menghadapi PON 2028. Salah satu target yang ingin dicapai adalah membawa NTB masuk lima besar klasemen perolehan medali.
Ia mengatakan target tersebut disusun melalui pemetaan kekuatan atlet dan analisis terhadap calon pesaing NTB. Karena itu, target lima besar dinilai bukan sekadar ambisi, tetapi masih realistis untuk dikejar.
"Kita lewat pemetaan, analisa mendalam, analisa bukan asal-asalan kita juga punya, saingan kita seperti apa target 5 besar terbuka, muluk-muluk tetapi target bisa kita raih,"terangnya.
Menurut Mori, pencapaian target tersebut membutuhkan pembinaan atlet secara konsisten, termasuk melalui pemusatan latihan daerah (Pelatda), pemetaan cabang olahraga potensial, serta persiapan atlet agar mampu mencapai performa terbaik saat PON 2028.
Porprov XII NTB 2026 juga menjadi bagian penting dari proses tersebut. Ajang yang berlangsung pada Juli 2026 itu diposisikan KONI NTB sebagai salah satu sarana pemetaan dan seleksi atlet menuju PON 2028. Porprov 2026 mempertandingkan 51 cabang olahraga dan diikuti ribuan atlet dari 10 kabupaten/kota di NTB.
PON XXII 2028 sendiri akan digelar bersama oleh NTB, Nusa Tenggara Timur (NTT), dan DKI Jakarta. Pemerintah NTB juga tengah mempersiapkan sejumlah venue untuk mendukung pelaksanaan ajang olahraga nasional tersebut.
Untuk kebutuhan venue di NTB, pemerintah daerah sebelumnya menyebut akan mengupayakan dukungan anggaran dari pemerintah pusat. Salah satu fokusnya adalah revitalisasi sejumlah fasilitas olahraga yang sudah tersedia, termasuk kawasan GOR Turida di Kota Mataram.
Dengan waktu sekitar dua tahun menuju PON 2028, persiapan atlet menjadi salah satu pekerjaan utama KONI NTB. Target lima besar yang dicanangkan Mori karena itu akan sangat bergantung pada kualitas pembinaan, kesiapan atlet, serta kemampuan NTB memetakan kekuatan para pesaing.
Di sisi lain, dinamika kepengurusan KONI NTB diperkirakan turut menjadi perhatian menjelang proses pemilihan kepengurusan periode berikutnya. Mori menegaskan bahwa proses tersebut harus tetap berjalan sesuai mekanisme organisasi dan persyaratan yang ditetapkan tim penjaringan.
Editor: Purnawarman