Mori Hanafi Soroti Serapan Anggaran BMKG, Ada Proyek Rp157 Miliar Tersisa Rp4 Juta
JAKARTA, Anggota Komisi V DPR RI dari daerah pemilihan Nusa Tenggara Barat (NTB) I, Mori Hanafi, meminta pembahasan anggaran Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Tahun Anggaran 2027 ditunda.
Permintaan tersebut disampaikan Mori dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi V DPR RI bersama Sekretaris Utama BMKG dan Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (BNPP/Basarnas) di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (8/9/2026).
Mori meminta Komisi V terlebih dahulu melakukan pendalaman terhadap pelaksanaan anggaran BMKG pada 2025 dan 2026, khususnya terkait proses pengadaan barang dan jasa yang menurutnya menunjukkan tingkat penyerapan sangat tinggi.
"Saya minta terkait dengan BMKG, pembahasan terkait dengan anggaran tahun 2027 untuk di-pending. Saya punya alasan yang kuat terkait dengan apa yang akan saya sampaikan. Sebelum kita melakukan pembahasan atau mendalami permohonan anggaran tahun 2027, saya minta agar kita mendalami apa yang terjadi di tahun 2026," kata Mori.
Politikus Partai NasDem tersebut menyoroti realisasi anggaran BMKG yang disebut mencapai 99,05 persen dari total pagu Rp2,42 triliun.
Menurut Mori, penyerapan pada program meteorologi, klimatologi, dan geofisika mencapai 99,2 persen, sedangkan dukungan manajemen mencapai 98,89 persen. Di tingkat pusat, serapan disebut mencapai 99,32 persen dan di daerah 98,68 persen.
Salah satu yang menjadi perhatian Mori adalah program Strengthening Climate and Weather Service Capacity Phase II dengan nilai anggaran Rp344,011 miliar. Program tersebut disebut memiliki serapan hingga 99,74 persen.
Editor: Purnawarman