Pariwisata Jadi Sektor Unggulan, Tapi Serapan Anggaran NTB Baru 55,98 Persen
LOMBOK, iNewsLombok.id - Badan Anggaran (Banggar) DPRD Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menyoroti masih rendahnya realisasi anggaran pada sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Hingga 30 September 2026, realisasi belanja Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif NTB tercatat baru mencapai 55,98 persen.
Banggar menilai kondisi tersebut perlu menjadi perhatian karena pariwisata merupakan salah satu sektor unggulan daerah yang memiliki efek berantai terhadap berbagai sektor ekonomi lainnya.
Sektor pariwisata tidak hanya berkaitan dengan kunjungan wisatawan, tetapi juga berhubungan dengan penciptaan lapangan kerja, perkembangan UMKM dan ekonomi kreatif, transportasi, perdagangan, hingga permintaan terhadap produk pangan dan pertanian lokal.
Juru Bicara Banggar DPRD NTB Sudirsah Sujanto mengatakan, capaian serapan anggaran tidak semata-mata harus dilihat dari persentasenya. Menurutnya, kualitas program serta kontribusinya terhadap target pembangunan daerah juga menjadi bagian penting yang harus dievaluasi.
"Berdasarkan data sementara per 30 september, realisasi belanja dinas pariwisata dan ekonomi kreatif mencapai 55,98 Persen. Posisin tersebut perlu dilihat tidak hanya dari aspek penyerapan, tetapi juga dari kemampuan program dan kegiatan dalam mendukung sasaran pembangunan daerah," tegas Sudirsah Sujanto, Sabtu (17/10/2026)
Menurut Sudirsah, jika pariwisata ditetapkan sebagai sektor prioritas pembangunan NTB, maka status tersebut harus tercermin secara konsisten mulai dari penyusunan perencanaan hingga hasil program di lapangan.
"Apabila pariwisata ditempatkan sebagai salah satu sektor prioritas, maka prioritas tersebut tercermin secara konsisten dalam perencanaan, penggangaran, pelaksanaan, dan pencapaian kinerja,"ungkapnya.
Editor: Purnawarman