Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Musorprovlub, Walikota Mataram Terpilih Ketua KONI NTB Unggul Suara dari Petahana
Advertisement . Scroll to see content

Gubernur Iqbal Sudah Ketua PB PON 2028 Ingin Maju jadi Ketua KONI NTB, Tak Rancu, Asal Penuhi Syarat

Rabu, 12 Agustus 2026 | 10:59 WIB
  • author Purnawarman
Gubernur Iqbal Sudah Ketua PB PON 2028 Ingin Maju jadi Ketua KONI NTB, Tak Rancu, Asal Penuhi Syarat
Ketua KONI NTB Mori Hanafi menyampaikan pandangannya terkait keinginan Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal maju sebagai Ketua KONI NTB. (iNewsLombok.id)

LOMBOK, iNewsLombok.id – Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Nusa Tenggara Barat (NTB) Mori Hanafi merespons keinginan Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal untuk maju sebagai calon Ketua KONI NTB.

Mori menilai keinginan Iqbal tersebut tidak rancu meskipun Gubernur NTB juga akan memiliki peran penting dalam penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII 2028.

Menurut Mori, tugas KONI dan panitia penyelenggara PON memiliki ruang lingkup berbeda. KONI lebih berfokus pada pembinaan dan peningkatan prestasi atlet, sementara penyelenggaraan PON mencakup kebutuhan yang jauh lebih luas.

Meski demikian, Mori menegaskan bahwa siapa pun yang ingin maju sebagai calon Ketua KONI NTB harus mengikuti seluruh ketentuan organisasi, termasuk persyaratan yang ditetapkan tim penjaringan.

"Gara-gara saya gak bisa maju, aturan dilanggar, Organisasi ini lebih tinggi dari apapun, taati apa semua prasyarat yang ditentukan tim penjaringan," tegasnya, Rabu (12/8/2026).

Mori menjelaskan, posisi Gubernur NTB sebagai bagian dari struktur penyelenggaraan PON 2028 tidak otomatis bertentangan apabila Iqbal juga mencalonkan diri sebagai Ketua KONI NTB.

"Tidak rancu gubernur jadi ketua PB PON sudah otomatis tidak perlu pemilihan tugasnya lebih banyak dan KONI ini hanya mengurus masalah prestasi atlet, Platda, pembinaan atlet, latihan, dan mengatur pada PON 2028 atlet bisa dipuncak perpormanya," ungkapnya.

Menurut Mori, tugas penyelenggara PON lebih luas karena mencakup berbagai kebutuhan teknis penyelenggaraan, mulai dari kontingen, pembukaan dan penutupan hingga transportasi.

"Sementara PB PON itu, ngurusin kontingen, atlet seluruh daerah, penginapan, pembukaan, penutupan, trasportasi, item lebih banyak dibanding KONI,"tegasnya.

"Gubernur adalah PB PON tidak perlu dipilih otomatis, koni sedikit aja tugasnya di pon ini menyiapakan Atlet, yang nyiapin venue PB pon," tegasnya.

Target NTB Tembus Lima Besar PON 2028

Di sisi lain, Mori menyebut KONI NTB telah menyiapkan sejumlah target untuk menghadapi PON 2028. Salah satu target yang ingin dicapai adalah membawa NTB masuk lima besar klasemen perolehan medali.

Ia mengatakan target tersebut disusun melalui pemetaan kekuatan atlet dan analisis terhadap calon pesaing NTB. Karena itu, target lima besar dinilai bukan sekadar ambisi, tetapi masih realistis untuk dikejar.

"Kita lewat pemetaan, analisa mendalam, analisa bukan asal-asalan kita juga punya, saingan kita seperti apa target 5 besar terbuka, muluk-muluk tetapi target bisa kita raih,"terangnya.

Menurut Mori, pencapaian target tersebut membutuhkan pembinaan atlet secara konsisten, termasuk melalui pemusatan latihan daerah (Pelatda), pemetaan cabang olahraga potensial, serta persiapan atlet agar mampu mencapai performa terbaik saat PON 2028.

Porprov XII NTB 2026 juga menjadi bagian penting dari proses tersebut. Ajang yang berlangsung pada Juli 2026 itu diposisikan KONI NTB sebagai salah satu sarana pemetaan dan seleksi atlet menuju PON 2028. Porprov 2026 mempertandingkan 51 cabang olahraga dan diikuti ribuan atlet dari 10 kabupaten/kota di NTB.

PON XXII 2028 sendiri akan digelar bersama oleh NTB, Nusa Tenggara Timur (NTT), dan DKI Jakarta. Pemerintah NTB juga tengah mempersiapkan sejumlah venue untuk mendukung pelaksanaan ajang olahraga nasional tersebut.

Untuk kebutuhan venue di NTB, pemerintah daerah sebelumnya menyebut akan mengupayakan dukungan anggaran dari pemerintah pusat. Salah satu fokusnya adalah revitalisasi sejumlah fasilitas olahraga yang sudah tersedia, termasuk kawasan GOR Turida di Kota Mataram.

Dengan waktu sekitar dua tahun menuju PON 2028, persiapan atlet menjadi salah satu pekerjaan utama KONI NTB. Target lima besar yang dicanangkan Mori karena itu akan sangat bergantung pada kualitas pembinaan, kesiapan atlet, serta kemampuan NTB memetakan kekuatan para pesaing.

Di sisi lain, dinamika kepengurusan KONI NTB diperkirakan turut menjadi perhatian menjelang proses pemilihan kepengurusan periode berikutnya. Mori menegaskan bahwa proses tersebut harus tetap berjalan sesuai mekanisme organisasi dan persyaratan yang ditetapkan tim penjaringan.

Editor: Purnawarman

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut