get app
inews
Aa Text
Read Next : Gubernur Iqbal Bongkar 60 Persen ASN Eks Honorer dan Rekrut PPPK Baru, DPRD: Jangan Bebani APBD

DPRD NTB Semprot Pemprov, Soroti SILPA Membengkak Rp431 Miliar, Progres Desa Berdaya dan Stunting

Jum'at, 26 Juni 2026 | 07:24 WIB
header img
Anggota DPRD NTB Sambirang Ahmadi (kanan) menyampaikan kritik terhadap jawaban Wakil Gubernur NTB Indah Dhamayanti Putri (kiri) atas pandangan fraksi terkait pertanggungjawaban pelaksanaan APBD 2025 dalam rapat paripurna DPRD NTB. (Foto: iNewsLombok.id)

LOMBOK, iNewsLombok.id - Anggota DPRD NTB dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Sambirang Ahmadi, melayangkan kritik terhadap jawaban Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB atas pandangan umum fraksi-fraksi terkait Raperda tetang pertanggungjawaban pelaksanaan APBD Tahun 2025 yang disampaikan dalam rapat paripurna DPRD NTB.

Menurut Sambirang, tanggapan pemerintah belum mencerminkan etika komunikasi kelembagaan karena tidak mengakomodasi seluruh masukan dari fraksi-fraksi di DPRD. Ia menilai sejumlah isu penting yang disampaikan Fraksi PKS maupun fraksi lainnya tidak mendapatkan jawaban yang memadai.

"Etikanya mesti menyebut semua. Yang disampaikan oleh seluruh fraksi harus dijawab. Dalam jawaban ini hanya disebut PKB dan PKS, tetapi tidak semua substansi yang kami sampaikan dijawab, sehingga tidak terwakili," tegas Sambirang usai rapat paripurna, Kamis (25/6/2026).

Ia menjelaskan sedikitnya ada tiga persoalan strategis yang semestinya mendapat perhatian pemerintah daerah, yakni tingginya Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SILPA), perkembangan penanganan stunting, serta capaian Program Desa Berdaya yang telah berjalan sekitar satu tahun.

"Soal langkah-langkah bagaimana menjaga SILPA yang terlalu besar. Sekarang (APBD 2025, red) naik dari Rp167 miliar menjadi Rp431 miliar. Apa langkah-langkahnya supaya tidak terulang lagi. Yang kedua progres penurunan stunting. Sudah satu tahun berjalan APBD intervensi Desa Berdaya itu progresnya seperti apa, minimal ada sehingga kita optimis dengan pemerintah saat ini," ujarnya.

Editor : Purnawarman

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut