Harga Murai Bisa Tembus Rp100 Juta, Ini Cerita Peternak Burung di NTB
Komunitas Semeton Murai Lombok (SML) dibentuk sebagai wadah berkumpulnya para penghobi burung murai. Organisasi tersebut resmi berdiri pada Juli 2023 dan hingga kini telah memiliki ratusan anggota.
Lutfi memperkirakan jumlah anggota SML di Pulau Lombok mencapai sekitar 200 orang.
“Saya sih nggak pernah data secara konkret. Tapi saya perkirakan jumlah anggota di Lombok ini saja ada 200-an orang,” ujar Lutfi.
Menurut Lutfi, terbentuknya komunitas ini bermula dari pertemuan para pecinta murai yang sering bertemu dalam berbagai perlombaan burung kicau.
Karena memiliki kesamaan hobi, mereka kemudian sepakat membangun sebuah komunitas agar komunikasi dan koordinasi lebih mudah.
“Ini berjalan sampai sekarang. Alhamdulillah kami masih rutin kopdar,” tuturnya.
Kegiatan kopi darat atau kopdar tersebut biasanya digelar setiap bulan. Selain mempererat hubungan antaranggota, agenda itu juga menjadi kesempatan untuk mengadakan lomba gantangan.
Lokasi kegiatan pun berpindah-pindah. Namun, kawasan eks Bandara Selaparang menjadi salah satu tempat yang paling sering digunakan.
“Lokasi gantangan biasanya bergilir. Pindah dari satu tempat ke tempat lain. Tapi paling sering di lapangan eks Bandara Selaparang,” ungkapnya.
Jenis burung yang paling sering dilombakan adalah murai batu. Burung ini dikenal memiliki suara khas, volume kuat, serta kemampuan menirukan berbagai suara burung lain.
Murai batu termasuk burung pengicau yang memiliki ciri khas warna cokelat kehitaman, paruh hitam, serta bagian bawah tubuh berwarna putih.
Editor : Purnawarman