LOMBOK, iNewsLombok.id – Guru Besar UIN Mataram, Prof Riduan Mas'ud, menegaskan bahwa dukungannya terhadap sejumlah program pemerintah maupun Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) seperti perubahan BPR NTB ke Syariah dilakukan karena melihat adanya manfaat nyata bagi masyarakat. Meski demikian, dia memastikan sikap kritis sebagai akademisi tetap dijaga melalui pendekatan ilmiah dan elegan.
Pernyataan tersebut disampaikan Prof Riduan menanggapi pandangan dari Edo Segara Gustanto dari Pusat Kajian dan Analisis Ekonomi Nusantara (PKAEN), yang menekankan pentingnya independensi intelektual akademisi dalam menyikapi BUMD, termasuk Bank NTB Syariah.
“Sudah lama saya menulis artikel opini, bisa dicek jejak digital, saya tulis artikel opini dari tahun 2002. Kadang saya terlihat mendukung beberapa program (Gubernur NTB), itu karena saya melihat ada sisi maslahat dan peluang yang bisa didorong untuk masyarakat,” ungkap Prof Riduan, Senin (18/5/2026).
Dia menjelaskan, dukungan terhadap sebuah kebijakan tidak berarti menghilangkan fungsi kontrol sosial akademisi. Menurutnya, kritik tetap harus disampaikan dengan pendekatan yang objektif dan memberikan solusi.
“Tapi bukan berarti kehilangan sikap kritis. Kritik tetap perlu disampaikan dengan cara yang ilmiah, elegan, dan memberi solusi,” tegasnya.
Editor : Purnawarman
Artikel Terkait
