LOMBOK, iNewsLombok.id – Pengamat ekonomi dari Pusat Kajian dan Analisis Ekonomi Nusantara, Edo Segara Gustanto, menyoroti penerapan meritokrasi yang digaungkan Lalu Muhamad Iqbal di awal masa jabatannya dan dihadapan Anggota DPR RI menyebut tidak menempatkan tim suksesnya di BUMD. Kritik tersebut mencuat setelah penunjukan jajaran komisaris dan direksi di PT Gerbang NTB Emas (GNE) yang dinilai tidak sepenuhnya mencerminkan prinsip profesionalitas.
Menurut Edo, konsep meritokrasi seharusnya menempatkan individu berdasarkan kompetensi, bukan kedekatan politik.
"Mungkin harusnya kalau angkat soal isu meritokrasi, harusnya kalau kabinet kayak Zaken kabinet, orang orang diisi oleh orang yang kompeten, bukan konco dewe," ungkapnya, Senin (4/5/2026).
Ia menegaskan bahwa meritokrasi memiliki tujuan utama menciptakan keadilan serta efisiensi dalam tata kelola pemerintahan maupun perusahaan daerah.
"Meritokrasi kan tujuannya menciptakan keadilan dan efisiensi dengan menempatkan orang yang tepat di posisi yang tepat," tegasnya.
Editor : Purnawarman
Artikel Terkait
