Dosen UIN Mataram Bantah Puji Program Gubernur NTB soal BUMD, Sebut Tetap Kritis

Purnawarman
Dosen UIN Mataram Prof Riduan Mas'ud (kiri), Peneliti PKAEN Edo Segara Gustanto (kanan). (Foto: iNewsLombok.id)

Sebelumnya Edo Segara Gustanto peneliti dari Pusat Kajian dan Analisis Ekonomi Nusantara (PKAEN) menyebut akademisi diharapkan mampu menjaga independensi intelektual dalam menyikapi Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), termasuk Bank NTB Syariah.

Menurut Edo, akademisi memiliki tanggung jawab moral dan ilmiah untuk menjadi mitra kritis bagi BUMD, bukan hanya menjadi pihak yang terus memberikan pujian tanpa evaluasi objektif. Sebagai lembaga yang mengemban mandat publik, BUMD perlu mendapat pengawasan intelektual agar tata kelola, pelayanan, dan kebijakannya terus berkembang secara sehat dan profesional.

“Apresiasi tentu penting jika ada capaian yang baik, misalnya dalam transformasi kelembagaan, peningkatan layanan, atau kontribusi terhadap ekonomi daerah. Tetapi akademisi juga harus berani memberikan masukan dan kritik berbasis data serta kepentingan publik,” ujar Edo.

Dia menegaskan bahwa kritik akademik bukan bertujuan menjatuhkan institusi, melainkan kontribusi keilmuan untuk memperkuat tata kelola dan menjaga akuntabilitas lembaga. Dalam pandangannya, independensi akademik merupakan bagian penting dari marwah dunia kampus.

Edo juga memberikan masukan kepada Prof. Riduwan Mas'ud sebagai sesama alumni Universitas Islam Indonesia (UII) agar tetap memposisikan diri sebagai akademisi yang independen dan objektif di ruang publik.

“Akademisi idealnya hadir sebagai penyeimbang melalui edukasi publik, evaluasi kebijakan, dan solusi berbasis riset. Jangan sampai posisi akademik justru terlihat seperti politisi atau kelompok pendukung politik kepala daerah, karena hal itu dapat mengurangi independensi dan wibawa akademik di mata masyarakat,” tambahnya.

Menurut Edo, hubungan antara akademisi dan BUMD seharusnya dibangun dalam kerangka kemitraan intelektual demi kepentingan publik, bukan hubungan yang bersifat pragmatis maupun politis. Sikap kritis yang konstruktif justru akan membantu BUMD menjadi lebih sehat, transparan, dan profesional dalam menghadapi tantangan ekonomi daerah di masa mendatang.

Editor : Purnawarman

Sebelumnya

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network