Haris, suami A, menyatakan tidak menyalahkan pihak mana pun, namun berharap pemerintah dan rumah sakit mencari solusi agar kejadian serupa tidak terulang. Ia menekankan pentingnya pelayanan medis maksimal sebagai hak dasar masyarakat.
Kasus ini menyoroti krisis tenaga medis spesialis kandungan di Kota Bima. Sebelumnya, seorang ibu hamil lainnya, Nuraida (23) dari Desa Ncera, terpaksa dirujuk ke RSUD Sumbawa, menempuh perjalanan enam jam karena semua dokter kandungan di Bima cuti bersamaan.
Direktur RSUD Bima, drg. Ihsan, menjelaskan bahwa ketiga dokter kandungan tidak bertugas karena alasan berbeda dr. I Gusti Nyoman Tri Sulaksana libur Nyepi, dr. Anna Sofyana mengikuti pelatihan, dan dr. Khairil istirahat karena kelelahan.
Editor : Purnawarman
Artikel Terkait