Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : KONI NTB Dukung Porwada PWI 2026, Mori Hanafi: Wadah Kebersamaan Wartawan
Advertisement . Scroll to see content

Ketua PWI NTB Ajak Peserta UKW Doakan 5 Jurnalis Hilang saat Tugas Liputan di Anak Krakatau Selamat

Kamis, 10 September 2026 | 13:18 WIB
  • author Purnawarman
Ketua PWI NTB Ajak Peserta UKW Doakan 5 Jurnalis Hilang saat Tugas Liputan di Anak Krakatau Selamat
Ketua PWI NTB Ikliluddin saat memberikan sambutan dalam kegiatan OKK dan UKW PWI NTB di Mataram. (Foto: iNewsLombok.id/Purnawarman)

Pada hari kedua pencarian, Basarnas memperluas area operasi dengan membagi wilayah menjadi empat Search and Rescue Unit (SRU). Sejumlah armada dari Basarnas, TNI AL, Polairud, serta unsur SAR lainnya dikerahkan untuk menyisir kawasan perairan Selat Sunda.

Pencarian juga diperluas hingga kawasan sekitar Krakatau. Tim SAR menyisir perairan dari Pulau Sebesi menuju kawasan Krakatau, termasuk perairan di sekitar Krakatau Besar dan Krakatau Kecil.

Memasuki Kamis (10/9/2026), Kantor SAR Banten kembali memperluas operasi pencarian. Sektor selatan telah disisir hingga radius sekitar 20 nautical mile dari titik tengah Gunung Anak Krakatau, sementara pencarian diarahkan ke sisi utara dengan mempertimbangkan perhitungan arus, ombak, dan kondisi angin.

Basarnas memastikan seluruh kekuatan yang tersedia terus dioptimalkan untuk menemukan delapan orang yang masih dalam pencarian. Operasi melibatkan berbagai unsur dan armada, termasuk kapal SAR, kapal TNI AL, Polairud, RIB, relawan, hingga nelayan setempat.

Kondisi Gunung Anak Krakatau yang masih aktif juga menjadi salah satu faktor yang diperhitungkan dalam operasi pencarian. Tim SAR harus menyesuaikan strategi dengan kondisi perairan dan aktivitas vulkanik di kawasan tersebut.

Ikliluddin berharap seluruh jurnalis dan tiga orang lainnya yang hilang kontak dapat segera ditemukan dalam keadaan selamat. Ia juga mengajak insan pers, khususnya di NTB, untuk terus memberikan dukungan serta mendoakan keselamatan para jurnalis yang sedang menjalankan tugas.

Ajakan tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa tugas jurnalistik di lapangan memiliki risiko yang tidak ringan, terutama ketika dilakukan di kawasan yang memiliki potensi bahaya alam.

Editor: Purnawarman

Related News

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut