Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : KONI NTB Dukung Porwada PWI 2026, Mori Hanafi: Wadah Kebersamaan Wartawan
Advertisement . Scroll to see content

Ketua PWI NTB Ajak Peserta UKW Doakan 5 Jurnalis Hilang saat Tugas Liputan di Anak Krakatau Selamat

Kamis, 10 September 2026 | 13:18 WIB
  • author Purnawarman
Ketua PWI NTB Ajak Peserta UKW Doakan 5 Jurnalis Hilang saat Tugas Liputan di Anak Krakatau Selamat
Ketua PWI NTB Ikliluddin saat memberikan sambutan dalam kegiatan OKK dan UKW PWI NTB di Mataram. (Foto: iNewsLombok.id/Purnawarman)

LOMBOK, iNewsLombok.id - Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Nusa Tenggara Barat (NTB), Ikliluddin, mengajak seluruh peserta dan hadirin dalam kegiatan Orientasi Kewartawanan dan Keorganisasian (OKK) serta Uji Kompetensi Wartawan (UKW) PWI NTB untuk mendoakan lima jurnalis yang hilang kontak saat menjalankan tugas peliputan aktivitas Gunung Anak Krakatau.

Ajakan tersebut disampaikan Ikliluddin dalam sambutannya pada kegiatan OKK dan UKW PWI NTB di Mataram. Ia berharap kelima jurnalis tersebut segera ditemukan dalam kondisi selamat dan dapat kembali berkumpul bersama keluarga.

"Kita doakan semoga lima jurnalis yang melakukan peliputan di erupsi anak krakatau yang hilang kontak segera dapat diketemukan dalam kondisi selamat. Dan kembali dalam keadaan sehat dan bertemu kembali dengan keluarga,"ungkapnya disela sela memberikan sambutan saat acara OKK dan UKW PWI NTB di Mataram, Kamis (10/9/2026).

Ikliluddin mengatakan, doa dan dukungan moral menjadi salah satu bentuk solidaritas insan pers terhadap para jurnalis yang tengah menjalankan tugas di lapangan.

Peristiwa hilang kontak tersebut terjadi ketika rombongan jurnalis menggunakan sebuah speedboat untuk menuju kawasan Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda, Banten, pada Senin (7/9/2026).

Berdasarkan perkembangan operasi SAR, rombongan tersebut terdiri atas delapan orang, yakni lima jurnalis dan tiga orang lainnya yang berada di dalam speedboat. Lima jurnalis tersebut adalah M Bagus Khoirunnas dari Kantor Berita ANTARA, Ari Basuki dari Merdeka.com, Yudhistiro dari iNews, Firdaus dari Anadolu, dan Donal yang merupakan jurnalis lepas. Tiga lainnya yakni Warta selaku kapten kapal, Surakman sebagai anak buah kapal (ABK), dan Heriyanto sebagai pemandu.

Rombongan diketahui berangkat dari Dermaga Pagedongan, Carita, Kabupaten Pandeglang, Banten, sekitar pukul 14.00 WIB. Hingga Rabu (9/9), pencarian yang dilakukan tim SAR gabungan belum menemukan keberadaan rombongan tersebut.

Pada hari kedua pencarian, Basarnas memperluas area operasi dengan membagi wilayah menjadi empat Search and Rescue Unit (SRU). Sejumlah armada dari Basarnas, TNI AL, Polairud, serta unsur SAR lainnya dikerahkan untuk menyisir kawasan perairan Selat Sunda.

Pencarian juga diperluas hingga kawasan sekitar Krakatau. Tim SAR menyisir perairan dari Pulau Sebesi menuju kawasan Krakatau, termasuk perairan di sekitar Krakatau Besar dan Krakatau Kecil.

Memasuki Kamis (10/9/2026), Kantor SAR Banten kembali memperluas operasi pencarian. Sektor selatan telah disisir hingga radius sekitar 20 nautical mile dari titik tengah Gunung Anak Krakatau, sementara pencarian diarahkan ke sisi utara dengan mempertimbangkan perhitungan arus, ombak, dan kondisi angin.

Basarnas memastikan seluruh kekuatan yang tersedia terus dioptimalkan untuk menemukan delapan orang yang masih dalam pencarian. Operasi melibatkan berbagai unsur dan armada, termasuk kapal SAR, kapal TNI AL, Polairud, RIB, relawan, hingga nelayan setempat.

Kondisi Gunung Anak Krakatau yang masih aktif juga menjadi salah satu faktor yang diperhitungkan dalam operasi pencarian. Tim SAR harus menyesuaikan strategi dengan kondisi perairan dan aktivitas vulkanik di kawasan tersebut.

Ikliluddin berharap seluruh jurnalis dan tiga orang lainnya yang hilang kontak dapat segera ditemukan dalam keadaan selamat. Ia juga mengajak insan pers, khususnya di NTB, untuk terus memberikan dukungan serta mendoakan keselamatan para jurnalis yang sedang menjalankan tugas.

Ajakan tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa tugas jurnalistik di lapangan memiliki risiko yang tidak ringan, terutama ketika dilakukan di kawasan yang memiliki potensi bahaya alam.

Editor: Purnawarman

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut