Gubernur Lalu Muhamad Iqbal Hadapi Anomali Politik di Gerindra NTB, Demokrat Jadi Opsi Terkuat
LOMBOK, iNewsLombok.id - Pengamat politik dari Universitas Internasional Bima (UIB), Dr. Alfisahrin, menilai posisi politik Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Lalu Muhamad Iqbal, di tubuh Partai Gerindra hingga kini masih menyisakan tanda tanya. Menurutnya, meski peluang memimpin DPD Gerindra NTB belum sepenuhnya tertutup, dinamika internal partai justru menunjukkan persaingan yang semakin ketat.
Ia menyebut kondisi tersebut sebagai sebuah anomali politik, mengingat Iqbal telah memenangkan Pilkada NTB dan kini menjabat sebagai Gubernur NTB, namun belum memperoleh kepastian dukungan dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Gerindra untuk memimpin partai di tingkat provinsi.
"Menurut penilaian saya ada semacam anomali posisi politik Iqbal pasca jadi Gubernur NTB. Dia seperti sengaja digantung, tidak punya kepastian mendapatkan restu pusat untuk memimpin Gerindra NTB. Padahal, di tengah ancang-ancang serta pertarungan sengit di internal kader menjelang Pemilu 2030, seharusnya sudah ada sinyal yang mengerucut kepada Iqbal sebagai Ketua Gerindra NTB," ujar Alfisahrin, Rabu (1/7/2026).
Ia menambahkan, justru peluang Iqbal saat ini terlihat semakin menipis karena tingginya persaingan antar-kader yang sama-sama mengincar dukungan elite partai.
"Sebaliknya saya lihat justru terkesan kans Pak Iqbal makin tipis karena ketatnya dinamika internal kader yang berebut tiket dan restu elite untuk memimpin Gerindra NTB," katanya.
Menurut Alfisahrin, sikap hati-hati DPP Gerindra dapat dipahami karena sejak awal Iqbal bukan kader yang tumbuh dari proses panjang di internal partai, melainkan figur yang kemudian bergabung dengan Gerindra di tengah banyaknya kader senior yang telah lama berjuang membesarkan partai di NTB.
Ia mengingatkan, apabila Iqbal akhirnya ditunjuk memimpin Gerindra NTB, keputusan tersebut juga berpotensi memunculkan resistensi dari kader-kader lama yang memiliki rekam jejak dan kontribusi besar terhadap partai.
Editor : Purnawarman