Gubernur Lalu Muhamad Iqbal Hadapi Anomali Politik di Gerindra NTB, Demokrat Jadi Opsi Terkuat
"Bagi Iqbal untuk mengandalkan PSI sebagai mesin dan lumbung elektoral tidak cukup kuat dan rentan berisiko kehilangan ceruk elektoral," tegasnya.
Di akhir analisanya, Alfisahrin menilai apabila peluang Iqbal memimpin Gerindra tetap tidak terbuka hingga menjelang Pemilu mendatang, seluruh kemungkinan masih dapat terjadi.
"Kita tunggu saja perkembangan. Jika sampai menjelang Pemilu berikutnya peluang Iqbal tetap tipis memimpin Gerindra NTB. Risiko terburuknya Iqbal hijrah ke PSI tampak lebih realistis daripada memaksakan diri masuk ke Demokrat. Semua orang tahu PSI memang belum sebesar Demokrat atau Gerindra di NTB, tetapi dalam politik berbasis figuritas dan populisme sebuah partai dapat dibesarkan oleh figur yang kuat. Sebaliknya, figur yang kuat sering kali justru tenggelam di partai yang ruang kepemimpinannya sudah dipenuhi elite lama," pungkasnya.
Penentuan Ketua DPD partai politik di tingkat provinsi umumnya menjadi kewenangan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) masing-masing partai. Posisi ketua partai di daerah sangat strategis karena akan menentukan arah konsolidasi organisasi, proses rekrutmen calon legislatif, hingga penyusunan koalisi menjelang Pemilu 2029 dan Pilkada 2030.
Bagi seorang gubernur, dukungan penuh dari struktur partai juga menjadi modal penting dalam menjaga stabilitas politik sekaligus memperkuat agenda pemerintahan di daerah.
Editor : Purnawarman