Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Nasib 15 Atlet NTB di PON Papua Masih Dirumahkan, Ditengah Dorongan Gubernur Iqbal Pimpin KONI NTB
Advertisement . Scroll to see content

Narasi Kedekatan Gubernur Iqbal dengan Petinggi Gerindra Dipakai untuk Redam Spekulasi Pindah Partai

Sabtu, 04 Juli 2026 | 21:04 WIB
  • author Anggi Setiawati
Narasi Kedekatan Gubernur Iqbal dengan Petinggi Gerindra Dipakai untuk Redam Spekulasi Pindah Partai
Pengamat politik Dr. Alfisahrin (kanan), Ketua OKK DPD Gerindra NTB Sudirsah Sujanto (kiri). (Foto: iNewsLombok.id)

LOMBOK, iNewsLombok.id - Pengamat politik dari Universitas Internasional Bima, Dr. Alfisahrin, menilai bantahan dari internal Partai Gerindra terkait isu kedekatan Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal dengan petinggi Gerindra di tingkat pusat, seperti Sufmi Dasco Ahmad, tidak bisa dilepaskan dari dinamika politik internal partai.

Menurut Alfisahrin, respons dari kader Gerindra terhadap isu tersebut setidaknya dapat dibaca dalam dua konteks besar: sebagai langkah klarifikasi untuk menjaga soliditas internal, sekaligus bentuk perlindungan terhadap kader potensial partai.

“Ini mengindikasikan dua hal. Satu sebagai klarifikasi dan falsifikasi untuk menjaga soliditas internal kader. Pergantian ketua DPD Gerindra sepenuhnya memang merupakan hak prerogatif DPP dan Prabowo Subianto. Tetapi secara politik dan akademis soal spekulasi pergantian ketua Gerindra NTB tidak berarti tabu untuk dibicarakan,” ungkap Alfisahrin, Sabtu (4/7/2026).

Ia menegaskan, publik tidak menutup mata terhadap realitas politik yang berkembang, terutama terkait posisi Lalu Muhamad Iqbal di tengah dinamika internal Gerindra NTB. Menurut dia, status politik Iqbal saat ini masih memunculkan tanda tanya di ruang publik karena belum ada kepastian resmi dari DPP soal arah peran politiknya di internal partai.

Alfisahrin menilai, bantahan yang muncul dari internal Gerindra juga bisa dibaca sebagai upaya proteksi agar kader dengan elektabilitas tinggi tidak mudah diganggu partai lain.

“Alasan kedua, upaya proteksi terhadap kader. Partai mana pun pasti tidak mau ambil risiko kehilangan kader. Sejauh ini Iqbal masih yang tertinggi popularitas politiknya dan bisa menjadi magnet partai lain untuk menggoda. Saya pakai kata ‘jika’ peluang di Gerindra tipis. DPP sejauh ini hemat saya masih terus berupaya untuk menjaga soliditas kader. Jika pergantian dilakukan cepat, dikhawatirkan memicu friksi dan resistensi internal,” terangnya.

Editor: Purnawarman

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut