Bulog NTB Hentikan Pengenaan PPh 22 Jagung, Petani Berpeluang Terima Pengembalian Pajak
Menurut Rizal, capaian tersebut menunjukkan komitmen BULOG dalam menjaga harga jagung tetap stabil di tingkat petani sekaligus mendukung ketahanan pangan nasional.
Ia menambahkan, dalam pertemuan tersebut juga disampaikan bahwa sejak 21 Mei 2026 seluruh transaksi pengadaan jagung di Perum BULOG Kanwil NTB tidak lagi dikenakan PPh Pasal 22 sebesar 1,5 persen. Sementara itu, pajak yang sebelumnya dipungut dari transaksi pengadaan jagung telah disetorkan secara rutin ke kas negara sesuai ketentuan perpajakan.
“Kami menegaskan komitmen untuk menjaga keberpihakan kepada petani, Bapak Gubernur NTB melalui Dinas Pertanian Provinsi NTB dan Perum Bulog Kanwil NTB akan melakukan konsolidasi jumlah keseluruhan nilai PPh pasal 22 yang telah dikenakan kepada Gapoktan melalui Dinas Pertanian Kota/Kabupaten setempat, hasil konsolidasi tersebut akan diajukan permohonan restitusi kepada Direktorat Jenderal Pajak,” tegasnya.
Sebagai tindak lanjut, Pemerintah Provinsi NTB bersama Dinas Pertanian kabupaten/kota dan BULOG akan mendata seluruh nilai PPh Pasal 22 yang pernah dikenakan kepada Gapoktan. Data tersebut akan menjadi dasar pengajuan restitusi atau pengembalian pajak kepada Direktorat Jenderal Pajak.
Perwakilan Gapoktan yang hadir dalam hearing tersebut menyatakan menerima penjelasan yang disampaikan pemerintah dan BULOG. Mereka juga siap berkoordinasi lebih lanjut dalam proses pengajuan restitusi agar hak-hak petani dapat dipenuhi.
NTB sendiri merupakan salah satu sentra produksi jagung nasional. Berdasarkan data sektor pertanian, komoditas jagung menjadi penopang utama ekonomi masyarakat di sejumlah wilayah seperti Kabupaten Dompu, Kabupaten Bima, Kabupaten Sumbawa, dan Kabupaten Sumbawa Barat. Karena itu, kebijakan pengadaan dan perpajakan jagung dinilai memiliki dampak langsung terhadap pendapatan petani serta perputaran ekonomi daerah.
Melalui langkah konsolidasi dan pengajuan restitusi tersebut, pemerintah daerah dan BULOG berharap kepercayaan petani terhadap program penyerapan hasil panen semakin meningkat, sekaligus memperkuat upaya menjaga ketahanan pangan dan stabilitas harga komoditas strategis di NTB.
Editor : Purnawarman