get app
inews
Aa Text
Read Next : 1 Santri Tewas, Kasus Pembakaran di Ponpes Lombok Masuk Tahap Penyidikan, Segera Tetapkan Tersangka

Kepala Kemenag Bungkam Saat Didemo, BARA NTB Tetap Desak Pengusutan Kasus Kekerasan di Pesantren

Rabu, 10 Juni 2026 | 20:42 WIB
header img
Massa BARA NTB menggelar aksi di depan Kantor Wilayah Kementerian Agama NTB (kanan), Kepala Kemenag NTB Zamrony Aziz (kiri). (Foto: iNewsLombok.id)

LOMBOK, iNewsLombok.id - Barisan Aspirasi Rakyat Nusantara (BARA NTB) menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Nusa Tenggara Barat (NTB). Massa mendesak aparat penegak hukum dan pemerintah mengusut secara menyeluruh dugaan kasus kekerasan seksual yang terjadi di lingkungan pendidikan keagamaan dan pondok pesantren.

Aksi yang berlangsung di Kota Mataram tersebut diisi dengan penyampaian orasi secara bergantian. Massa juga melakukan pembakaran ban bekas sebagai bentuk protes terhadap lemahnya pengawasan serta respons sejumlah pihak dalam menangani dugaan kasus yang dinilai mengancam rasa aman peserta didik.

Koordinator Umum BARA NTB, Pandi Ahmad, menyebut persoalan kekerasan seksual di lembaga pendidikan keagamaan merupakan masalah serius yang harus mendapat perhatian negara.

"Ketika lembaga pendidikan yang seharusnya menjadi tempat pembentukan moral justru terseret dalam berbagai dugaan tindakan asusila, maka negara wajib hadir. Tidak boleh ada perlindungan terhadap pelaku, tidak boleh ada pembiaran, dan tidak boleh ada upaya menutupi penderitaan korban," tegas Pandi dalam orasinya, Rabu (9/6/2026).

Pandi menilai munculnya sejumlah laporan dugaan kekerasan seksual dalam beberapa tahun terakhir menjadi sinyal perlunya pembenahan sistem pengawasan terhadap lembaga pendidikan berbasis agama.

Menurut mereka, perlindungan terhadap korban masih belum maksimal. Selain itu, langkah pencegahan serta mekanisme pengawasan dianggap perlu diperkuat agar kejadian serupa tidak kembali terulang.

Editor : Purnawarman

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut