Ketua DPRD NTB Prihatin Kasus Kekerasan Seksual Meningkat
LOMBOK, iNewsLombok.id - Ketua DPRD Nusa Tenggara Barat (NTB) Baiq Isvie Rupaeda mengungkapkan keprihatinan mendalam terhadap meningkatnya kasus kekerasan seksual yang menyasar anak-anak dan perempuan di daerah tersebut.
Politisi Partai Golkar itu menilai kondisi tersebut sudah memasuki tahap serius sehingga NTB membutuhkan langkah bersama dari seluruh elemen masyarakat untuk mencegah dan menghentikan praktik kekerasan seksual.
"Kita malu, kita mengatakan diri Pulau Seribu Masjid, tapi seribu kekerasan seksual pada anak dan perempuan terjadi," ujar Isvie kepada wartawan usai mengikuti rapat dengar pendapat (RDP) di Kantor DPRD NTB, Kamis (4/6/2026).
RDP tersebut secara khusus membahas fenomena kekerasan seksual yang terjadi di sejumlah lingkungan, termasuk sektor pendidikan dan pondok pesantren.
Forum itu melibatkan berbagai pihak, mulai dari Komisi V DPRD NTB, Kantor Wilayah Kementerian Agama NTB, Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Dikpora) NTB, Lembaga Perlindungan Anak (LPA) NTB, LPA Mataram, Polda NTB, perguruan tinggi, Majelis Ulama Indonesia (MUI), hingga Ikatan Alumni Universitas Mataram (IKA Unram).
Isvie menegaskan persoalan kekerasan seksual tidak bisa diselesaikan hanya oleh satu institusi. Menurutnya, dibutuhkan strategi terpadu yang melibatkan pemerintah daerah, aparat penegak hukum, lembaga pendidikan, tokoh masyarakat, dan organisasi sosial.
Editor : Purnawarman