get app
inews
Aa Text
Read Next : Gubernur Ajak Media Jadikan Kemiskinan dan Kebodohan Musuh Bersama

Bawaslu NTB dan PWI Kolaborasi Bangun Demokrasi Sehat di Era Digital

Selasa, 12 Mei 2026 | 10:29 WIB
header img
Ketua Bawaslu NTB, Itratif, bersama jajaran pengurus PWI NTB saat bersilaturahmi di Kantor PWI NTB, Mataram, Senin (11/5/2026). Dalam pertemuan tersebut, Bawaslu NTB menggandeng insan pers untuk memperkuat literasi politik, pendidikan demokrasi, serta melawan hoaks politik di tengah derasnya arus informasi digital. (Foto: iNewsLombok.id/Purnawarman)

Program tersebut dilakukan melalui pendekatan edukatif dan interaktif agar pelajar memahami pentingnya demokrasi, pengawasan pemilu, hingga bahaya disinformasi politik di era digital.

“Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen Bawaslu dalam menanamkan nilai-nilai demokrasi sejak dini kepada pelajar sebagai generasi penerus bangsa,” katanya.

Ia menilai generasi muda memiliki posisi strategis dalam menentukan masa depan demokrasi Indonesia. Karena itu, kolaborasi antara lembaga pendidikan, penyelenggara pemilu, organisasi pers, dan media massa harus terus diperkuat.

Selain itu, Bawaslu NTB juga telah membangun berbagai program pengawasan partisipatif di sejumlah daerah guna meningkatkan keterlibatan masyarakat dalam menjaga kualitas demokrasi.

PWI NTB Siap Lawan Hoaks Politik

Ketua PWI NTB, Ahmad Ikliluddin, menyambut baik ajakan Bawaslu NTB untuk memperkuat literasi politik masyarakat. Menurutnya, pers memiliki tanggung jawab besar dalam menghadirkan informasi yang akurat, edukatif, dan menyejukkan publik.

“Ini bertujuan memperkuat pemahaman publik terhadap isu politik, etika pers, serta meminimalisir dampak berita bohong,” ujarnya.

Ikliluddin mengatakan, PWI NTB juga terus mendorong peningkatan kompetensi wartawan agar mampu menghasilkan karya jurnalistik yang tidak hanya informatif, tetapi juga mampu memberikan edukasi politik kepada masyarakat.

Di tengah perkembangan platform digital dan media sosial yang sangat cepat, kemampuan masyarakat dalam menyaring informasi dinilai menjadi kebutuhan mendesak.

Berdasarkan data Kementerian Komunikasi dan Digital RI, sepanjang tahun 2024 terdapat ribuan konten hoaks politik yang tersebar di berbagai platform digital selama momentum pemilu dan pilkada. Kondisi ini menjadi tantangan serius bagi kualitas demokrasi di Indonesia.

Karena itu, PWI NTB menilai sinergi antara media dan penyelenggara pemilu sangat penting untuk membangun demokrasi yang sehat dan berkualitas.

“Pers memiliki peran strategis dalam menginformasikan masyarakat melalui karya jurnalistik yang memberi harapan dan optimisme, baik kepada pemerintah maupun masyarakat. Termasuk dalam membangun iklim demokrasi yang sehat di NTB,” tegas Ikliluddin.

Editor : Purnawarman

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut