get app
inews
Aa Text
Read Next : Akhir Tahun 2025, Pengamat Kebijakan Sampaikan 3 PR Besar Pemprov NTB

Anomali Demokrasi dan Permainan Wacana Kekuasaan

Selasa, 10 Februari 2026 | 08:05 WIB
header img
Akademisi, Dr Alfisahrin, M.Si

Meminjam istilah Edward Said dalam Orientalism (1978) bahwa Timur sengaja diciptakan sebagai Liyan atau the other bagi identitas Barat dan Timur digambarkan tidak berubah, terjebak masa lalu karena itu, Timur tidak bisa berubah sendiri harus dibantu Barat, maka, Barat harus memerintah atau Timur mengadopsi budaya, peradaban, ekonomi dan sistem politik Barat.

Persis sama ketika fase awal perkembangan antropologi awal abad ke 19, ketika para penjelajah Barat yang terdiri dari pelaut, misionaris,  dan pedagang barat datang ke Asia, Afrika dan Oceania. Orang-orang Barat membuat laporan dan catatan etnografi tentang masyarakat non-Barat dalam bentuk wacana dan deskripsi yang  minor.

Kehidupan di dunia Timur ditampilkan primitif, liar (wild), dan kejam (savage). Kehidupan dan  peradaban Timur disebut oleh Barat dengan Uncivilized (tidak berbudaya). Sejauh yang saya pelajari Barat memang sengaja membentuk struktur sosial, morfologi budaya,    dan kategori politik dan ekonomi masyarakat non Barat dengan deskripsi yang etnosentristik, subyektif bahkan streotip hanya karena berbeda dengan Barat.

Permainan wacana ini sengaja dibangun Barat berfungsi sebagai instrumen dominasi, kontrol dan legitimasi praktek kolonialisme. Sehingga secara filosofis, memicu pertanyaan. Apa sebenarnya yang diinginkan oleh Barat pada Timur.

Pertanyaan ini  seringkali  memicu  perang paradigmatik, wacana, dan ideologi yang sengit antara Barat dan Timur. Barat melalui kekuatan media global, militer, budaya dan instrumen ekonomi menghendaki agar Timur yang berbeda dengan Barat ikut menerapkan ideologi dan sistem politik yang sama dengan Barat yakni demokrasi.

Sebuah sistem politik yang konon menjamin hak azasi manusia, kebebasan, partisipasi dan inklusivitas kehidupan bernegara. Perang opini dan wacana antara Barat dan Timur, kini tidak lagi sekedar propaganda dan retorika saja melainkan telah mengarah pada pelibatan praktek spionase, proxy dan operasi militer serius.

Editor : Purnawarman

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut