Viral Video Syur Dikaitkan dengan Mahasiswa KKN di Lenek, Unram Pastikan Hoaks
“Kami memastikan video tersebut telah lama beredar. Sekitar 5 atau 6 bulan yang lalu dan bukan merupakan mahasiswa di Mataram atau Lombok,” katanya, Senin, 9 Februari 2026.
Lebih lanjut, Joko menyebutkan bahwa dari karakter suara dalam video, tidak ditemukan ciri khas logat Lombok. Hal itu semakin menguatkan dugaan bahwa lokasi kejadian bukan berada di wilayah Nusa Tenggara Barat.
“Ada indikasi kuat bahwa kejadian bukan di Lombok, karena jika didengar suara pada video tampak logat luar daerah,” ujarnya.
Menurut Joko, memang terdapat kemiripan fisik dengan salah satu mahasiswa KKN, khususnya saat menggunakan kacamata. Namun setelah dilakukan pengecekan lebih lanjut, kemiripan tersebut tidak relevan.
Joko juga mengungkapkan bahwa mahasiswa yang dituding dalam video tersebut kini mengalami tekanan psikologis akibat tuduhan yang beredar luas.
“Padahal korbannya enggak pernah ngapa-ngapain, sekarang sangat terganggu dengan tuduhan-tuduhan tersebut,” katanya.
Satgas PPKS Unram mengimbau masyarakat untuk tidak menyebarkan ulang konten yang belum jelas kebenarannya, apalagi yang berpotensi melanggar privasi dan merugikan pihak lain.
Penyebaran konten asusila juga dapat dijerat dengan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE), khususnya terkait distribusi konten bermuatan pornografi.
Selain itu, pihak kampus menyatakan siap memberikan pendampingan psikologis dan bantuan hukum kepada mahasiswa yang menjadi korban fitnah. Unram juga terus berkoordinasi dengan aparat penegak hukum untuk mencegah penyebaran hoaks serupa di kemudian hari.
Masyarakat pun diimbau lebih bijak dalam menerima informasi di media sosial serta melakukan verifikasi sebelum mempercayai atau membagikan konten yang belum tentu benar.
Editor : Purnawarman