Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Rp2,3 Triliun Belanja APBDP NTB 2026 Belum Terealisasi, DPRD Desak Gubernur Jangan Sampai jadi SiLPA
Advertisement . Scroll to see content

Ekonom: NTB Alami Tekanan Serius, Pengangguran Naik Jadi 102 Ribu, Butuh Terobosan Ekonomi Baru

Senin, 12 Mei 2025 | 17:09 WIB
  • author Purnawarman
Ekonom: NTB Alami Tekanan Serius, Pengangguran Naik Jadi 102 Ribu, Butuh Terobosan Ekonomi Baru
Ekonom: NTB Alami Tekanan Serius, Pengangguran Naik Jadi 102 Ribu, Butuh Terobosan Ekonomi Baru. dok

Edo menambahkan, fakta bahwa pengangguran lebih tinggi di wilayah kota (4,10%) dibanding desa (2,21%) menunjukkan tekanan ekonomi di sektor informal, terutama jasa dan perdagangan.

Langkah Strategis dan Jangka Panjang

Untuk solusi jangka pendek, Edo menyarankan penguatan program padat karya, pelatihan vokasi berbasis digital, serta dukungan terhadap wirausaha mikro. Ia menilai penting bagi pemerintah daerah mengalokasikan anggaran dan memperkuat kemitraan dengan swasta guna memperluas kesempatan kerja.

“Perempuan dan pemuda harus menjadi prioritas dalam program pelatihan keterampilan digital, pertanian inovatif, dan industri kreatif,” ujarnya.

Sementara untuk jangka panjang, Edo mendorong transformasi ekonomi melalui investasi pada pendidikan vokasi, digitalisasi UMKM, dan pengembangan sektor unggulan seperti industri halal dan agrowisata.

Ia juga menekankan perlunya kolaborasi lintas sektor di level pemerintahan.

“Kebijakan tenaga kerja tidak bisa berdiri sendiri. Harus ada keterpaduan antara dinas tenaga kerja, pendidikan, dan perindustrian agar responsif terhadap data yang terus berubah.”

Menurutnya, data BPS harus dimaknai sebagai panggilan aksi, bukan sekadar statistik.

“Itu adalah refleksi dari keresahan masyarakat yang menunggu solusi konkret,” tutup Edo.

Editor: Purnawarman

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut