Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Kekeringan Meluas di NTB, PMI Dorong Distribusi Air Bersih Berlanjut
Advertisement . Scroll to see content

APBD Perubahan NTB 2026: Belanja Naik Lebih Cepat, Tantangan Fiskal Semakin Besar

Selasa, 22 September 2026 | 10:08 WIB
  • author Utswatun Hasanah
APBD Perubahan NTB 2026: Belanja Naik Lebih Cepat, Tantangan Fiskal Semakin Besar
Akademisi dan Peneliti Pusat Kajian & Analisis Ekonomi Nusantara (PKAEN), Edo Segara Gustanto (Foto: istimewa)

LOMBOK, iNewsLombok.id - Perubahan APBD Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) Tahun Anggaran 2026 menunjukkan adanya ekspansi belanja yang cukup signifikan di tengah pertumbuhan pendapatan daerah yang relatif terbatas.

Berdasarkan postur Perubahan APBD 2026 yang telah disepakati Pemprov NTB dan DPRD NTB, pendapatan daerah meningkat dari sekitar Rp5,622 triliun menjadi Rp5,683 triliun, atau bertambah sekitar Rp60,6 miliar (1,08 persen). Pada saat yang sama, belanja daerah meningkat dari Rp5,734 triliun menjadi Rp6,053 triliun, atau bertambah sekitar Rp319 miliar (5,56 persen). 

Perbedaan laju pertumbuhan tersebut membuat defisit APBD melebar dari sekitar Rp111,2 miliar pada APBD murni menjadi Rp369,6 miliar dalam Perubahan APBD 2026.

Pengamat Ekonomi dan Kebijakan Publik Pusat Kajian dan Analisis Ekonomi Nusantara, Edo Segara Gustanto menilai perubahan tersebut perlu dibaca bukan sekadar sebagai kenaikan nominal anggaran, tetapi sebagai gambaran mengenai kondisi dan ruang fiskal NTB.

“Hal yang paling penting dicermati adalah ketidakseimbangan antara pertumbuhan pendapatan dan belanja. Pendapatan hanya tumbuh sekitar 1,08 persen, sementara belanja meningkat 5,56 persen. Artinya, ekspansi belanja jauh lebih cepat daripada kemampuan pendapatan daerah pada tahun berjalan,” ujar Edo, Selasa (22/9/2026).

Menurutnya, peningkatan belanja tidak dengan sendirinya menjadi persoalan sepanjang tambahan anggaran tersebut menghasilkan dampak ekonomi dan sosial yang terukur. Belanja pemerintah dapat menjadi instrumen untuk menjaga aktivitas ekonomi, terutama melalui belanja modal, pengadaan barang dan jasa, pembangunan infrastruktur, ketahanan pangan, pariwisata, serta program yang menyentuh masyarakat.

Editor: Purnawarman

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut