Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Korban Dugaan Kekerasan Seksual di Ponpes Lombok Tengah Bertambah 16 Orang, Terduga Pelaku Jadi 2
Advertisement . Scroll to see content

Saatnya Masyarakat Cerdas Menilai: Pesantren Bukan Tempat yang Patut Dihakimi, Tapi Diperkuat

Rabu, 23 April 2025 | 05:31 WIB
  • author Muhammad Anshori Muazar Habibi
Saatnya Masyarakat Cerdas Menilai: Pesantren Bukan Tempat yang Patut Dihakimi, Tapi Diperkuat
Saatnya Masyarakat Cerdas Menilai: Pesantren Bukan Tempat yang Patut Dihakimi, Tapi Diperkuat. dok

Kasus Gunungsari: Pelajaran untuk Perbaikan, Bukan Penghakiman

Baru-baru ini, masyarakat dikejutkan oleh kasus dugaan pelecehan seksual yang dilakukan oleh seorang ketua yayasan pondok pesantren di Kecamatan Gunungsari, Lombok Barat. Oknum berinisial AF diduga mencabuli puluhan santriwati sejak tahun 2016 hingga 2023.

Modus yang digunakan sangat manipulatif, dengan menjanjikan "keberkahan" kepada korban agar keturunannya kelak menjadi wali atau ulama besar.

Kasus ini mencuat ke publik setelah beberapa alumni santriwati memberanikan diri untuk melapor, terinspirasi dari serial Malaysia berjudul “Bid’ah” yang viral di media sosial. Mereka merasa pengalaman yang dialami mirip dengan cerita dalam serial tersebut.

Hingga saat ini, setidaknya 22 nama korban telah teridentifikasi, dengan tujuh di antaranya sudah melapor resmi ke pihak kepolisian.

Namun perlu digarisbawahi: jangan sampai kasus ini dijadikan justifikasi untuk mengeneralisasi bahwa semua pesantren itu buruk, atau bahwa sistem pendidikan pesantren identik dengan kekerasan dan pelecehan. Ini adalah kekeliruan logika yang berbahaya dan tidak adil.

Editor: Purnawarman

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut