Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Pemerintah Tetapkan Iduladha 2026 Jatuh 27 Mei, Muhammadiyah dan NU Rayakan Bersamaan
Advertisement . Scroll to see content

Menunaikan Utang Puasa Orang Tua yang Telah Meninggal Dunia di Ramadan 2026 Menurut Syariat Islam

Kamis, 12 Februari 2026 | 07:37 WIB
  • author Purnawarman
Menunaikan Utang Puasa Orang Tua yang Telah Meninggal Dunia di Ramadan 2026 Menurut Syariat Islam
Ilustrasi puasa 2026.ist

JAKARTA, iNewsLombok.id - Persoalan utang puasa bagi orang tua yang telah meninggal dunia menjadi salah satu amanah penting yang perlu diperhatikan oleh ahli waris.

Dalam ajaran Islam, kewajiban ibadah yang belum tertunaikan hingga seseorang wafat dipandang sebagai hutang kepada Allah SWT yang harus segera diselesaikan di Ramadhan 2026 dikutip dari situs resmi Muhammadiyah.

Hutang puasa ini bisa berasal dari puasa Ramadan yang ditinggalkan, puasa nazar, atau puasa kaffarat. Karena itu, ahli waris memiliki tanggung jawab moral dan syar’i untuk membantu melunasi kewajiban tersebut sesuai tuntunan syariat.

Dasar Hukum Kewajiban Mengganti Puasa Orang yang Wafat

Kewajiban wali atau ahli waris untuk menggantikan puasa orang yang telah meninggal memiliki dasar kuat dari beberapa hadis sahih berikut.

Hadis dari Aisyah ra

عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهَا: أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: مَنْ مَاتَ وَعَلَيْهِ صِيَامٌ صَامَ عَنْهُ وَلِيُّهُ

“Dari Aisyah ra [diriwayatkan] bahwa Rasulullah Saw bersabda: Barangsiapa meninggal dunia padahal ia berhutang puasa, maka walinyalah yang berpuasa untuknya.” (Muttafaq Alaih).

Hadis Ibnu Abbas ra

عَنِ اْبنِ عَبَّاٍس رَضِيَ اللهُ عَنْهُماَ قاَلَ جَاءَ رَجُلٌ إِلَى النَّبي صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ: يَا رَسُوْلَ اللهِ، إِنَّ أُمِّي مَاتَتْ وَعَلَيْهَا صَوْمُ شَهْرٍ، أَفَأَقْضِيَهُ عَنْهَا؟ قاَلَ: لَوْ كَانَ عَلَى أُمِّكَ دَيْنٌ، أَكُنْتَ قاَضِيَهُ عَنْهَا؟ قَالَ: نَعَمْ. قَالَ: فَدَيْنُ اللهِ أَحَقٌ أَنْ يُقْضَى [رواه البخاري].

“Dari Ibnu Abbas ra [diriwayatkan] ia berkata: Seorang laki-laki datang menghadap Nabi Saw kemudian berkata: Ya Rasulullah sungguh ibuku telah wafat padahal ia punya kewajiban puasa satu bulan, apakah saya dapat berpuasa menggantikannya? Nabi menjawab: Jika seandainya ibumu memiliki hutang, apakah engkau akan membayarkannya? Laki-laki itu menjawab: Iya. Selanjutnya Nabi bersabda: Hutang kepada Allah lebih berhak untuk ditunaikan” (HR al-Bukhari).

Editor: Purnawarman

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut