GP Ansor NTB Desak Gubernur Iqbal Prioritaskan Persoalan Rakyat Dibanding Kursi KONI

Anggi Setiawati
Ketua PW GP Ansor NTB Dr. Irpan Suriadiata. (Foto: iNewsLombok.id)

LOMBOK, iNewsLombok.id - Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda Ansor (PW GP Ansor) Nusa Tenggara Barat (NTB) menyampaikan pandangannya terkait keinginan Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, untuk mencalonkan diri sebagai Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) NTB periode 2026–2030.

Ketua PW GP Ansor NTB, Dr. Irpan Suriadiata, menilai kepala daerah sebaiknya tetap berada pada posisi sebagai pembina seluruh organisasi di tingkat daerah, tanpa harus terlibat langsung dalam kepengurusan teknis sebuah organisasi.

Pernyataan tersebut disampaikan Dr Irpan melalui keterangan tertulis yang diterima media ini, Senin (18/8/2026).

“Kalau saya sebaiknya Gubernur tidak usah nyalon, karena Gubernur sudah berada di atas semua ketua-ketua organisasi tingkat daerah. Kalau mau memajukan KONI tidak harus jadi Ketua, dengan kapasitas sebagai Gubernur bisa berbuat maksimal untuk memajukan olahraga di daerah,” ujar Dr. Irpan Suriadiata.

Menurut Irpan, kemajuan olahraga tidak bergantung pada apakah gubernur menduduki jabatan Ketua KONI. Justru, kewenangan sebagai kepala daerah dinilai lebih efektif untuk mendorong prestasi olahraga melalui kebijakan, regulasi, dan dukungan anggaran.

Ia juga mengingatkan bahwa masih banyak agenda pembangunan dan persoalan masyarakat NTB yang membutuhkan perhatian penuh dari gubernur.

“Kan tidak harus jadi Ketua KONI untuk memajukan olahraga, dan yang terpenting masih sangat banyak pekerjaan lain yang harus dikerjakan oleh Gubernur. Berikan saja ke orang lain untuk sibuk secara teknis di KONI, Gubernur cukup mendukung semua hal untuk kemajuan olahraga, tidak mesti harus jadi Ketua KONI,” tegasnya.

Dorong Peran Strategis Pemerintah

PW GP Ansor NTB berharap Pemerintah Provinsi NTB lebih memaksimalkan peran sebagai regulator dan fasilitator dalam pembinaan olahraga. Bentuk dukungan tersebut mencakup penyediaan anggaran yang memadai, peningkatan sarana dan prasarana olahraga, hingga kebijakan pembinaan atlet secara berkelanjutan.

Menurut Ansor, posisi gubernur sebagai pembina olahraga daerah akan lebih optimal apabila difokuskan pada penguatan ekosistem olahraga, sementara pengelolaan teknis organisasi diserahkan kepada figur yang dipilih melalui mekanisme demokratis di internal KONI.

Pemilihan Ketua KONI NTB

Pemilihan Ketua KONI NTB periode 2026–2030 saat ini tengah memasuki tahapan penjaringan bakal calon yang dibuka oleh Tim Penjaringan dan Penyaringan (TPP).

Sejumlah nama mulai bermunculan, termasuk Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal, sehingga memunculkan beragam respons dari kalangan organisasi masyarakat maupun insan olahraga di daerah.

Musyawarah Olahraga Provinsi (Musorprov) KONI NTB nantinya akan menentukan kepemimpinan baru yang diharapkan mampu mempersiapkan atlet NTB menghadapi berbagai ajang nasional, termasuk target peningkatan prestasi menuju PON 2028.

Caption foto:

Ketua PW GP Ansor NTB Dr. Irpan Suriadiata, menyatakan Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal sebaiknya tidak mencalonkan diri sebagai Ketua KONI NTB dan fokus pada kebijakan strategis pembangunan daerah.

 

Summary (≤160 karakter):

GP Ansor NTB meminta Gubernur Lalu Muhamad Iqbal tidak maju sebagai Ketua KONI NTB dan fokus menyelesaikan persoalan serta memajukan olahraga lewat kebijakan.

 

Cek typo, buatkan 20 judul menarik yang kuat, summary maksimal 160 karakter, caption foto:

GP Ansor NTB: Gubernur Iqbal Tak Perlu Maju Jadi Ketua KONI, Fokus Selesaikan Persoalan Daerah

Mataram – Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda Ansor (PW GP Ansor) Nusa Tenggara Barat (NTB) menyampaikan pandangannya terkait keinginan Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, untuk mencalonkan diri sebagai Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) NTB periode 2026–2030.

 

Ketua PW GP Ansor NTB, Dr. Irpan Suriadiata, M.H., menilai kepala daerah sebaiknya tetap berada pada posisi sebagai pembina seluruh organisasi di tingkat daerah, tanpa harus terlibat langsung dalam kepengurusan teknis sebuah organisasi.

 

Pernyataan tersebut disampaikan Irpan melalui keterangan tertulis yang diterima media melalui pesan WhatsApp, Senin (18/8/2026).

 

“Kalau saya sebaiknya Gubernur tidak usah nyalon, karena Gubernur sudah berada di atas semua ketua-ketua organisasi tingkat daerah. Kalau mau memajukan KONI tidak harus jadi Ketua, dengan kapasitas sebagai Gubernur bisa berbuat maksimal untuk memajukan olahraga di daerah,” ujar Dr. Irpan Suriadiata, M.H.

 

Menurut Irpan, kemajuan olahraga tidak bergantung pada apakah gubernur menduduki jabatan Ketua KONI. Justru, kewenangan sebagai kepala daerah dinilai lebih efektif untuk mendorong prestasi olahraga melalui kebijakan, regulasi, dan dukungan anggaran.

 

Ia juga mengingatkan bahwa masih banyak agenda pembangunan dan persoalan masyarakat NTB yang membutuhkan perhatian penuh dari gubernur.

 

“Kan tidak harus jadi Ketua KONI untuk memajukan olahraga, dan yang terpenting masih sangat banyak pekerjaan lain yang harus dikerjakan oleh Gubernur. Berikan saja ke orang lain untuk sibuk secara teknis di KONI, Gubernur cukup mendukung semua hal untuk kemajuan olahraga, tidak mesti harus jadi Ketua KONI,” tegasnya.

Dorong Peran Strategis Pemerintah

PW GP Ansor NTB berharap Pemerintah Provinsi NTB lebih memaksimalkan peran sebagai regulator dan fasilitator dalam pembinaan olahraga. Bentuk dukungan tersebut mencakup penyediaan anggaran yang memadai, peningkatan sarana dan prasarana olahraga, hingga kebijakan pembinaan atlet secara berkelanjutan.

 

Menurut Ansor, posisi gubernur sebagai pembina olahraga daerah akan lebih optimal apabila difokuskan pada penguatan ekosistem olahraga, sementara pengelolaan teknis organisasi diserahkan kepada figur yang dipilih melalui mekanisme demokratis di internal KONI.

Pemilihan Ketua KONI NTB

Pemilihan Ketua KONI NTB periode 2026–2030 saat ini tengah memasuki tahapan penjaringan bakal calon yang dibuka oleh Tim Penjaringan dan Penyaringan (TPP). Sejumlah nama mulai bermunculan, termasuk Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal, sehingga memunculkan beragam respons dari kalangan organisasi masyarakat maupun insan olahraga di daerah.

 

Musyawarah Olahraga Provinsi (Musorprov) KONI NTB nantinya akan menentukan kepemimpinan baru yang diharapkan mampu mempersiapkan atlet NTB menghadapi berbagai ajang nasional, termasuk target peningkatan prestasi menuju PON 2028.

Editor : Purnawarman

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network