“Dengan cara menjadikan hewan kurban setelah disembelih menjadi daging kalengan siap saji. Insyaallah nanti itu juga bisa kita lakukan banyak orkestrasi kepada daerah-daerah kemiskinan ekstrem di NTB,” kata Iqbal usai Salat Iduladha di Lapangan Bumi Gora Kantor Gubernur NTB, Rabu, 27 Mei 2026.
Ia mengungkapkan, satu ekor sapi rata-rata dapat menghasilkan sekitar 250 kaleng daging matang siap konsumsi. Jika 10 ekor sapi diproses menjadi produk kalengan, maka diperkirakan tersedia sekitar 2.500 kaleng yang dapat dibagikan kepada masyarakat penerima manfaat.
Sementara dalam pola distribusi konvensional, satu ekor sapi biasanya hanya mampu menjangkau sekitar 100 penerima manfaat dalam bentuk daging segar. Karena itu, sistem pengalengan dianggap lebih fleksibel dan efisien, terutama untuk wilayah dengan kondisi geografis sulit.
Untuk mendukung program tersebut, BAZNAS NTB menggandeng jaringan BAZNAS di Pulau Jawa yang telah berpengalaman dalam pengolahan daging kurban menjadi makanan siap saji.
“Koordinasi dengan BAZNAS Jawa Tengah yang sudah berjalan sistem distribusi daging kalengan dinilai efektif untuk penyebaran ke seluruh wilayah, dengan jangka waktu yang relatif lebih panjang dalam mendukung orkestrasi program BAZNAS,” ujarnya.
Distribusi daging kurban kalengan diperkirakan mulai dilakukan sekitar satu bulan setelah proses penyembelihan hewan kurban selesai.
Jumlah kaleng yang diterima masyarakat nantinya akan disesuaikan dengan jumlah penerima manfaat dan wilayah sasaran distribusi.
Program ini menjadi salah satu inovasi distribusi kurban pertama di NTB yang mengadopsi sistem pangan siap saji berbasis pengalengan. Selain meningkatkan ketahanan pangan masyarakat rentan, langkah tersebut juga dinilai mampu mengurangi risiko pemborosan daging akibat keterbatasan penyimpanan di daerah terpencil.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan sejumlah wilayah di NTB masih memiliki angka kemiskinan cukup tinggi, terutama di kawasan pedesaan dan daerah dengan akses infrastruktur terbatas. Karena itu, program distribusi daging kurban kalengan diharapkan dapat menjadi solusi bantuan pangan yang lebih merata dan berkelanjutan.
Editor : Purnawarman
Artikel Terkait
