Kedatangan para pekerja dilakukan melalui agenda rapat dengar pendapat (RDP) bersama Komisi IV DPRD Lombok Tengah. Dalam pertemuan itu, para karyawan berharap pemerintah daerah dan DPRD dapat memberikan solusi agar gerai Alfamart kembali beroperasi sehingga mereka bisa bekerja seperti biasa.
Salah seorang karyawan mengungkapkan, penutupan gerai membuat ratusan pekerja terdampak secara langsung dan kini berada dalam kondisi tidak pasti.
“Sekitar 150 karyawan terdampak. Kami berharap Alfamart bisa dibuka kembali supaya kami bisa bekerja lagi,” ujarnya.
Para pekerja juga mengaku cemas penutupan tersebut akan berujung pada pemutusan hubungan kerja (PHK) apabila tidak segera ditemukan jalan keluar.
Menanggapi aspirasi tersebut, Anggota Komisi IV DPRD Lombok Tengah, Wirman Hamzani, menegaskan pihaknya akan mengawal persoalan tersebut agar para pekerja tidak dirugikan.
“Untuk para pekerja, tentu kami akan kawal. Jangan sampai ada PHK karena adanya penutupan Alfamart ini,” tegas Wirman, Selasa (26/5/2026).
Sebelumnya, polemik penutupan gerai ini menjadi perhatian publik setelah puluhan karyawan terdampak menggelar aksi penyampaian aspirasi di Lombok Tengah.
Mereka meminta pemerintah daerah membuka ruang solusi agar operasional gerai dapat kembali berjalan dan ancaman PHK massal bisa dihindari.
Editor : Purnawarman
Artikel Terkait
