Peringatan tersebut menjadi perhatian serius mengingat suhu udara di Arab Saudi mulai memasuki fase panas ekstrem. Berdasarkan data otoritas meteorologi Arab Saudi, suhu siang hari di Makkah dan Jeddah dalam beberapa pekan terakhir berkisar antara 39 hingga 43 derajat Celsius.
Selain menghadapi cuaca panas, jemaah gelombang kedua juga tiba dalam kondisi berihram dan diwajibkan segera melaksanakan umrah wajib sebelum beristirahat di hotel masing-masing.
PPIH menjelaskan, operasional kedatangan melalui Bandara Jeddah akan berlangsung hingga 21 Mei 2026. Jadwal tersebut disusun agar seluruh jemaah memiliki waktu pemulihan yang cukup sebelum memasuki puncak ibadah haji, termasuk wukuf di Arafah yang dijadwalkan berlangsung pada 26 Mei 2026.
Hingga Kamis pagi waktu setempat, total 270 kloter jemaah Indonesia telah tiba di Arab Saudi melalui Bandara Madinah dan Jeddah. Jumlah keseluruhan jemaah yang sudah berada di Tanah Suci mencapai 104.863 orang.
Mayoritas jemaah kini mulai terkonsentrasi di Kota Makkah untuk mempersiapkan diri menjalani tahapan ibadah haji berikutnya.
PPIH memastikan seluruh layanan pendukung telah disiagakan, mulai dari transportasi, konsumsi, kesehatan, hingga pengamanan di sektor pemondokan. Langkah mitigasi juga diperketat untuk mengantisipasi kepadatan jemaah pada fase kedatangan gelombang kedua.
Selain itu, pemerintah Indonesia tahun ini juga menambah jumlah petugas kesehatan di sektor Makkah guna mengantisipasi risiko kelelahan dan dehidrasi akibat cuaca panas. Kementerian Agama RI sebelumnya mencatat mayoritas jemaah haji Indonesia merupakan kelompok lanjut usia yang membutuhkan perhatian khusus selama proses ibadah berlangsung.
Editor : Purnawarman
Artikel Terkait
