Gelombang 4 Meter Ancam Selatan NTB, Nelayan dan Pelayaran Diminta Waspada

iNews.id/Purnawarman
BMKG mengingatkan agar berhati-hati, karena ancaman gelombang tinggi capai 4 meter di Selatan NTB.(Foto:Dok iNews.id)

Sementara itu, gelombang yang lebih tinggi dengan kisaran 2,5 hingga 4 meter diprediksi terjadi di Samudra Hindia selatan Banten, selatan Jawa Barat, selatan Jawa Tengah, selatan DI Yogyakarta, selatan Jawa Timur, selatan Bali, selatan NTB, hingga selatan Nusa Tenggara Timur (NTT).

Wilayah selatan NTB menjadi salah satu kawasan yang perlu mendapatkan perhatian serius karena berada langsung di jalur Samudra Hindia yang dikenal memiliki karakter gelombang kuat, terutama saat terjadi peningkatan kecepatan angin musiman.

Selain berdampak pada aktivitas nelayan tradisional, kondisi ini juga berpotensi mengganggu jalur penyeberangan laut, khususnya rute wisata bahari menuju Gili, Lombok Selatan, hingga jalur penyeberangan menuju Pulau Sumbawa.

BMKG menegaskan bahwa gelombang tinggi tersebut dapat membahayakan keselamatan pelayaran, khususnya untuk kapal berukuran kecil hingga menengah.

Perahu nelayan dinilai berisiko apabila kecepatan angin mencapai 15 knot dan tinggi gelombang menyentuh 1,25 meter. Untuk kapal tongkang, potensi bahaya muncul saat kecepatan angin mencapai 16 knot dengan tinggi gelombang 1,5 meter. Sedangkan kapal ferry perlu meningkatkan kewaspadaan jika kecepatan angin mencapai 21 knot dan tinggi gelombang mencapai 2,5 meter.

Sebagai tambahan, BMKG juga mengingatkan bahwa April merupakan masa peralihan musim yang sering memicu cuaca tidak menentu, termasuk hujan tiba-tiba, angin kencang, dan gelombang laut yang meningkat secara cepat.

Karena itu, masyarakat pesisir diminta rutin memantau pembaruan informasi cuaca dari BMKG, terutama melalui kanal resmi seperti aplikasi InfoBMKG, media sosial resmi, maupun stasiun meteorologi terdekat.

“Dimohon kepada masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di pesisir sekitar area yang berpeluang terjadi gelombang tinggi agar tetap selalu waspada,” imbau BMKG.

Pemerintah daerah di wilayah pesisir NTB juga diharapkan aktif menyampaikan informasi ini kepada masyarakat, terutama nelayan tradisional yang sangat bergantung pada kondisi cuaca untuk melaut setiap hari.

Dengan kewaspadaan yang lebih tinggi, risiko kecelakaan laut akibat gelombang tinggi diharapkan dapat diminimalisasi.

Editor : Purnawarman

Sebelumnya

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network