JAKARTA, iNewsLombok.id – PT Pertamina (Persero) kembali melakukan penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi yang berlaku di seluruh SPBU Indonesia per Kamis, 23 April 2026 khususnya Lombok Nusa Tenggara Barat. Penyesuaian ini mulai diberlakukan sejak 18 April 2026 dan mencakup beberapa jenis BBM seperti Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex.
Bali, Nusa Tenggara Barat
Pertalite: Rp10.000 per liter
Pertamax: Rp12.300 per liter
Pertamax Turbo: Rp19.400 per liter
Dexlite: Rp23.600 per liter
Pertamina Dex: Rp23.900 per liter
Solar: Rp6.800 per liter
Kebijakan perubahan harga ini mengacu pada Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Nomor 245.K/MG.01/MEM.M/2022 sebagai revisi atas Kepmen ESDM Nomor 62 K/12/MEM/2020 mengenai formula harga dasar dalam perhitungan harga jual eceran BBM umum jenis bensin dan solar yang disalurkan melalui SPBU.
Dalam penyesuaian terbaru tersebut, harga BBM nonsubsidi mengalami lonjakan cukup signifikan, terutama untuk produk dengan nilai oktan tinggi dan solar industri.
Untuk wilayah dengan Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB) sebesar 5 persen seperti DKI Jakarta dan sekitarnya, harga Pertamax Turbo kini dijual Rp19.400 per liter dari sebelumnya Rp13.100 per liter.
Sementara itu, Dexlite naik menjadi Rp23.600 per liter dari sebelumnya Rp14.200 per liter. Sedangkan Pertamina Dex kini dibanderol Rp23.900 per liter dari harga sebelumnya Rp14.500 per liter.
Namun demikian, harga Pertamax tetap stabil di angka Rp12.300 per liter. Begitu juga dengan Pertamax Green 95 yang masih dijual Rp12.900 per liter.
Untuk BBM subsidi, pemerintah masih mempertahankan harga Pertalite di angka Rp10.000 per liter dan Bio Solar subsidi sebesar Rp6.800 per liter.
Kondisi ini menjadi perhatian masyarakat, khususnya pelaku transportasi dan logistik, karena kenaikan BBM nonsubsidi dinilai dapat berdampak pada biaya operasional harian hingga harga kebutuhan pokok.
Editor : Purnawarman
Artikel Terkait
