Wali Murid Keluhkan Hasil SPMB SDN 7 Mataram, Protes Nama Anak Tak Lolos Meski Rumah Dekat Sekolah
LOMBOK, iNewsLombok.id - Sejumlah wali murid mengeluhkan hasil seleksi Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) di SDN 7 Mataram yang diumumkan pada Jumat (3/7/2026). Kekecewaan muncul setelah nama anak mereka tidak tercantum di papan pengumuman sekolah, meski orang tua mengaku berdomisili dekat dengan lokasi sekolah.
Salah seorang wali murid, Ibu Atun, mengaku heran karena anaknya tidak diterima, padahal alamat rumah mereka berada di sekitar sekolah. Ia bahkan melontarkan protes keras saat melihat daftar nama siswa yang dinyatakan lolos.
"Ini yang ada di papan nama ini siluman semua," keluh Ibu Atun dengan nada kecewa.
Keluhan serupa juga datang dari beberapa orang tua lain yang merasa sistem penerimaan belum sepenuhnya berpihak pada warga sekitar sekolah. Mereka menilai seharusnya jarak domisili menjadi pertimbangan utama dalam seleksi, terlebih bagi calon siswa yang tinggal di lingkungan terdekat.
Panitia penerimaan yang berada di lokasi menjelaskan bahwa pihak sekolah hanya menjalankan ketentuan teknis yang telah ditetapkan oleh Dinas Pendidikan Kota Mataram. Menurut panitia, sekolah tidak memiliki kewenangan untuk mengubah hasil seleksi di luar aturan zonasi yang sudah ditentukan.
"Kita hanya diberikan dua zonasi saja oleh Dinas Pendidikan, itu urusan di atas," ujar panitia saat ditemui di lokasi.
Pantauan di lapangan menunjukkan suasana pengumuman sempat diwarnai kekecewaan para wali murid. Beberapa orang tua yang mendapati nama anaknya tidak tercantum di papan pengumuman kemudian diminta mengambil kembali berkas pendaftaran dan diarahkan mencari sekolah lain yang masih membuka penerimaan.
Sementara itu, Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Mataram, Naufan Aldian, belum memberikan tanggapan resmi terkait keluhan para wali murid. Saat dihubungi iNewsLombok.id untuk dimintai konfirmasi, panggilan telepon tidak dijawab dan belum ada penjelasan lebih lanjut dari pihak dinas.
Kasus ini kembali memunculkan sorotan terhadap pelaksanaan SPMB tingkat sekolah dasar di Kota Mataram, khususnya terkait transparansi penentuan zonasi dan kuota penerimaan.
Sejumlah wali murid berharap Dinas Pendidikan membuka penjelasan rinci mengenai dasar penetapan wilayah zonasi, jumlah kuota tiap jalur, serta alasan calon siswa yang tinggal dekat sekolah bisa tidak lolos seleksi.
Dalam pelaksanaan SPMB, umumnya penerimaan siswa baru diatur melalui beberapa jalur, seperti jalur domisili/zonasi, afirmasi, perpindahan tugas orang tua, dan prestasi sesuai petunjuk teknis pemerintah daerah.
Karena itu, orang tua meminta agar hasil seleksi tidak hanya diumumkan melalui daftar nama, tetapi juga disertai penjelasan nilai, jarak domisili, atau dasar penentuan kelulusan agar tidak memunculkan polemik di tengah masyarakat.
Mereka juga berharap Dinas Pendidikan Kota Mataram segera memberikan penjelasan terbuka untuk meredam keresahan para orang tua, sekaligus memastikan proses penerimaan murid baru berjalan adil, transparan, dan tidak menimbulkan dugaan diskriminasi terhadap warga yang tinggal di sekitar sekolah.
Editor : Purnawarman