get app
inews
Aa Text
Read Next : Ketua DPW PPP NTB Muzihir Buka Suara soal Isu Pemecatan Dirinya

10 DPC PPP di NTB Kantongi SK dari DPP, Muzihir: Tidak Ada Lagi yang Diperdebatkan

Jum'at, 05 Juni 2026 | 08:57 WIB
header img
Ketua DPW PPP NTB Muzihir (angkat telunjuk) menyerahkan SK kepengurusan DPC PPP kabupaten/kota se-NTB sebagai bagian dari konsolidasi organisasi di Kantor DPW PPP NTB, Kamis (4/6/2026). (Foto: iNewsLombok.id)

"Saya juga perintahkan untuk segera musancab kepada seluruh DPC yang sudah menerima SK," katanya.

Penyerahan SK tersebut menjadi tanda berakhirnya salah satu tahapan konsolidasi PPP NTB pasca dinamika internal yang sempat terjadi dalam pelaksanaan Muscab di sejumlah daerah. Salah satunya di Kabupaten Lombok Timur yang sebelumnya sempat menjadi perhatian karena proses musyawarah berjalan cukup alot.

Selain persoalan Muscab, PPP NTB juga sempat menghadapi polemik terkait administrasi kepengurusan yang dipersoalkan mantan Sekretaris Wilayah (Sekwil) PPP NTB periode sebelumnya, Mohammad Akri.

Akri sebelumnya mempertanyakan keabsahan administrasi organisasi karena dokumen kepengurusan disebut tidak ditandatangani langsung oleh Sekretaris Jenderal DPP PPP Taj Yasin.

Menanggapi hal itu, Muzihir menjelaskan bahwa persoalan tersebut bukan menyangkut struktur kepengurusan, melainkan hanya berkaitan dengan tafsir administrasi organisasi.

"Internal kami dalam kepengurusan tidak ada persoalan. Yang hanya dipersoalkan Akri adalah tidak mengakui tanda tangan wakil sekjen," jelasnya.

Ia menyebut mekanisme administrasi partai telah memiliki aturan tersendiri. Menurutnya, dokumen organisasi tetap sah apabila ditandatangani Ketua Umum bersama Wakil Sekretaris Jenderal ketika Sekjen berhalangan.

"Keabsahan kami tertuang dalam AD/ART dan Undang-Undang Partai Politik yang menyatakan bahwa tanda tangan bisa dilakukan oleh ketua umum dan wakil sekjen apabila sekjen tidak bisa menandatangani," ungkap Muzihir.

Lebih lanjut, Muzihir menyampaikan bahwa legalitas kepengurusan DPW PPP NTB telah melalui kajian hukum dan organisasi. Ia menyebut terdapat pendapat hukum dari sejumlah ahli yang memperkuat keabsahan kepengurusan saat ini.

"Ketua wilayah juga mencoba mencari keabsahan SK DPW melalui pakar hukum, ada legal opinion dari lembaga hukum dan guru besar hukum. Kami di lembaga ini kondusif," tandasnya.

Dengan selesainya penyerahan SK DPC, PPP NTB kini mengarahkan fokus pada penguatan struktur organisasi hingga akar rumput sebagai bagian dari persiapan menghadapi kontestasi politik nasional maupun daerah.

Editor : Purnawarman

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut