Menteri Abdul Mu'ti Resmikan Revitalisasi 87 Sekolah di Lombok Timur, Anggaran Tembus Rp105 Miliar
Sebanyak 531 sekolah menerima bantuan tersebut, terdiri dari:
69 PAUD
227 SD
107 SMP
60 SMA
17 SMK
20 SLB
11 PKBM/SKB
Khusus Kabupaten Lombok Timur, tercatat 87 sekolah memperoleh bantuan dengan total nilai mencapai Rp105,948 miliar. Sementara Kabupaten Sumbawa menerima bantuan revitalisasi untuk 37 sekolah senilai Rp38,157 miliar.
Selain pembangunan fisik sekolah, Kemendikdasmen juga memperkuat program digitalisasi pendidikan. Sebanyak 7.080 perangkat internet service provider (ISP) telah disalurkan ke sekolah-sekolah di NTB dengan nilai anggaran mencapai Rp236,168 miliar.
Untuk Lombok Timur sendiri, sebanyak 1.739 perangkat ISP telah didistribusikan dengan total nilai Rp47,179 miliar.
Abdul Mu’ti memastikan seluruh proses revitalisasi dan digitalisasi pendidikan tahun 2025 telah selesai sepenuhnya.
Tak hanya pembangunan sarana pendidikan, Kemendikdasmen juga fokus meningkatkan kualitas tenaga pendidik melalui program beasiswa dan penguatan kompetensi guru.
Pada 2025, pemerintah menyiapkan beasiswa D4/S1 bagi 12.500 guru di seluruh Indonesia. Jumlah itu ditargetkan meningkat menjadi 150.000 guru pada 2026 melalui skema bantuan pendidikan Rp3 juta per semester berbasis Recognition of Prior Learning (RPL).
Program tersebut bertujuan membantu guru memenuhi standar Undang-Undang Guru dan Dosen, mengikuti Pendidikan Profesi Guru (PPG), hingga memperoleh tunjangan sertifikasi.
“Guru adalah kunci. Teknologi penting, sarana penting, tapi guru tidak bisa digantikan. Karena itu kami fokus pada kualifikasi, kompetensi, dan kesejahteraan guru,” kata Abdul Mu’ti.
Kemendikdasmen juga mulai menerapkan pembelajaran berbasis teknologi melalui pengenalan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dan coding sebagai mata pelajaran pilihan mulai 2025.
Ke depan, mata pelajaran tersebut direncanakan menjadi kurikulum wajib mulai kelas 5 SD hingga jenjang pendidikan menengah.
Selain itu, pemerintah juga mulai melaksanakan Tes Kemampuan Akademik (TKA) untuk siswa tingkat SMA/sederajat pada 2025 dan dilanjutkan untuk tingkat SMP dan SD pada 2026.
Meski tidak bersifat wajib, tingkat partisipasi nasional dalam TKA disebut telah mencapai 98 persen dan mulai diakui sejumlah perguruan tinggi luar negeri sebagai salah satu syarat seleksi akademik.
Dalam kesempatan tersebut, Abdul Mu’ti turut memperkenalkan program penguatan karakter melalui “7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat”, yakni:
Bangun pagi
Beribadah
Berolahraga
Makan sehat dan bergizi
Gemar belajar
Bermasyarakat
Tidur cepat
Program itu diperkuat melalui gerakan “Pagi Ceria” di sekolah yang meliputi menyanyikan lagu Indonesia Raya, senam pagi, dan doa bersama sebelum kegiatan belajar dimulai.
Menurut Abdul Mu’ti, keberhasilan pendidikan tidak hanya ditentukan oleh teknologi dan infrastruktur, tetapi juga mindset, mental kuat, dan misi tulus dalam membangun generasi masa depan.
“Sarana dan teknologi tidak akan berarti tanpa guru berkualitas dan semangat belajar siswa,” tegasnya.
Dengan dukungan pemerintah pusat dan daerah, Kemendikdasmen berharap pemerataan pendidikan berkualitas di Indonesia, khususnya di NTB dan NTT, dapat terus meningkat dalam beberapa tahun ke depan.
Caption Foto:
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI Abdul Mu’ti saat meresmikan revitalisasi satuan pendidikan di SMA Negeri 1 Sikur, Lombok Timur, Minggu (2025).
Editor: Purnawarman