Iran Tegas Tolak Gencatan Senjata Sementara, Minta Konflik Dihentikan Total
“Secara finansial, 30 hari konflik telah menambah 14 miliar euro pada tagihan impor bahan bakar fosil Uni Eropa,” kata Jorgensen kepada wartawan di Brussels.
Ia menegaskan bahwa dampak konflik tidak akan langsung hilang meskipun perdamaian tercapai dalam waktu dekat.
“Bahkan jika perdamaian terwujud besok, kita tetap tidak akan kembali normal. Infrastruktur energi di kawasan ini telah hancur akibat perang dan terus menerus hancur,” katanya.
Sebagai langkah mitigasi, Uni Eropa berencana menyiapkan sejumlah kebijakan, termasuk penurunan tarif listrik dan jaringan energi, serta skema darurat yang sebelumnya digunakan saat krisis energi tahun 2022.
“Kami juga sedang mempersiapkan berbagai peluang dan kemungkinan yang lebih mirip dengan yang kami gunakan selama krisis pada tahun 2022,” katanya.
Konflik yang melibatkan Iran, AS, dan Israel berpotensi memperburuk stabilitas global, terutama dalam sektor energi dan keamanan internasional. Beberapa dampak penting yang mulai terlihat antara lain:
Lonjakan harga energi global, terutama minyak dan gas, akibat terganggunya jalur distribusi di Timur Tengah.
Ketidakpastian geopolitik yang memengaruhi pasar keuangan dunia.
Ancaman terhadap jalur pelayaran strategis, seperti Selat Hormuz, yang menjadi salah satu jalur utama distribusi minyak dunia.
Tekanan terhadap negara berkembang, termasuk Indonesia, yang berpotensi terdampak kenaikan harga energi impor.
Pengamat menilai bahwa tanpa gencatan senjata permanen, konflik ini bisa berlarut-larut dan memperdalam krisis ekonomi global, terutama di kawasan Eropa dan Asia.
Editor : Purnawarman