Iran Tegas Tolak Gencatan Senjata Sementara, Minta Konflik Dihentikan Total
TEHERAN, iNewsLombok.id – Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menegaskan bahwa negaranya hanya akan menerima penghentian konflik secara menyeluruh, bukan sekadar jeda sementara. Pernyataan ini muncul di tengah meningkatnya ketegangan antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel di kawasan Timur Tengah.
Dalam wawancara dengan Al Jazeera, Araghchi mengungkapkan bahwa komunikasi antara Iran dan Amerika Serikat memang terjadi, baik secara langsung maupun melalui pihak ketiga. Namun, ia menegaskan bahwa hal tersebut tidak dapat diartikan sebagai proses negosiasi resmi.
“Saya menerima pesan dari Witkoff secara langsung, seperti sebelumnya, dan ini tidak berarti kami sedang bernegosiasi,” katanya.
“Tidak ada kebenaran dalam klaim negosiasi dengan pihak mana pun di Iran. Semua pesan disampaikan melalui Kementerian Luar Negeri atau diterima olehnya, dan ada komunikasi antara badan-badan keamanan,” ujar dia kepada Al Jazeera.
“Kami belum mengirimkan tanggapan apa pun terhadap 15 proposal Amerika, dan kami juga belum mengajukan proposal atau syarat apa pun,” kata dia.
Araghchi menambahkan bahwa hingga kini Iran belum mengambil keputusan terkait kemungkinan membuka jalur negosiasi dengan Washington, mengingat masih adanya keraguan mendalam terhadap proses tersebut.
Di sisi lain, Uni Eropa mulai merasakan dampak serius dari konflik yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel. Komisioner Energi Uni Eropa, Dan Jorgensen, mengungkapkan bahwa pihaknya tengah menyiapkan paket kebijakan untuk mengantisipasi gangguan berkepanjangan di sektor energi.
Editor : Purnawarman