Iran Ancam Serang Reaktor Nuklir Israel di Dimona Jika Teheran Digulingkan
Secara internasional, fasilitas ini sering dikaitkan dengan program nuklir Israel yang tidak pernah secara resmi diakui maupun dibantah oleh pemerintah Tel Aviv. Lokasinya di Dimona menjadikannya salah satu aset strategis paling sensitif di kawasan.
Ancaman terhadap Dimona dipandang analis sebagai eskalasi signifikan karena serangan ke fasilitas nuklir berpotensi memicu konflik regional berskala besar.
Di tengah meningkatnya retorika, Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) mengklaim telah melancarkan serangkaian serangan langsung ke wilayah Israel.
Serangan terbaru disebut sebagai bagian dari gelombang ke-17 Operasi “Janji Sejati-4”. Targetnya termasuk Tel Aviv serta sejumlah fasilitas strategis.
Pada Rabu, IRGC menyatakan telah menyerang Bandara Ben Gurion dan gedung Kementerian Pertahanan Israel menggunakan rudal hipersonik serta drone tempur.
"IRGC, selama gelombang ke-17 Operasi Janji Sejati-4, meluncurkan serangan rudal hipersonik dan drone menembus sistem THAAD AS serta mengenai target strategis di gedung Kementerian Pertahanan Israel dan Bandara Ben Gurion di Tel Aviv," bunyi pernyataan IRGC.
Selain itu, IRGC juga mengklaim telah menghancurkan tujuh radar canggih milik AS di kawasan Timur Tengah.
Mereka menyebut serangan tersebut membuat: "mata AS dan Israel buta" di Timur Tengah.
Analis keamanan menilai bahwa ancaman terhadap Dimona dan infrastruktur energi Timur Tengah bisa berdampak besar terhadap stabilitas global. Infrastruktur energi di kawasan ini menjadi jalur vital suplai minyak dan gas dunia.
Jika benar fasilitas energi diserang, harga minyak global diperkirakan melonjak tajam. Selain itu, keterlibatan langsung AS berpotensi memperluas konflik menjadi konfrontasi militer terbuka.
Sementara itu, hingga kini belum ada pernyataan resmi dari pemerintah Israel maupun Pentagon terkait klaim terbaru Iran.
Editor : Purnawarman