get app
inews
Aa Text
Read Next : Iran Ancam Serang Reaktor Nuklir Israel di Dimona Jika Teheran Digulingkan

Perang Hari Ketujuh Timur Tengah Memanas, Bom 2.000 Pon AS Targetkan Rudal Iran

Jum'at, 06 Maret 2026 | 19:09 WIB
header img
Memasuki hari ketujuh konflik, ibu kota Iran, Teheran, dilaporkan diguncang gelombang serangan udara. (Foto: AP)

TEHERAN, iNewsLombok.id - Perang yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran kembali memanas. Memasuki hari ketujuh konflik, ibu kota Iran, Teheran, dilaporkan diguncang gelombang serangan udara besar-besaran yang memicu ledakan di sejumlah titik kota.

Serangan udara tersebut terjadi setelah Washington memperingatkan bahwa operasi militer terhadap Iran akan meningkat secara drastis. Peningkatan intensitas ini menandai fase baru dalam konflik yang memicu kekhawatiran komunitas internasional.

Serangan Udara Skala Besar di Teheran

Dilaporkan oleh media internasional Al Jazeera, militer Israel pada Jumat pagi (6/3/2026) mengonfirmasi telah memulai gelombang serangan udara berskala luas yang menargetkan berbagai lokasi di Teheran.

Pada saat yang sama, Amerika Serikat mengungkapkan penggunaan pesawat pengebom siluman Northrop B‑2 Spirit untuk menjatuhkan puluhan bom penembus bunker guna menghancurkan peluncur rudal balistik Iran yang tersembunyi di bawah tanah.

Ledakan besar terdengar sepanjang malam di sejumlah kawasan kota, termasuk area permukiman padat dan wilayah di sekitar Universitas Teheran. Beberapa bangunan dilaporkan mengalami kerusakan parah, sementara asap tebal membumbung tinggi dari lokasi yang terkena serangan.

Siaran Langsung Terganggu Ledakan

Salah satu sasaran serangan disebut berada di sekitar sebuah akademi militer Iran. Dalam sebuah siaran langsung televisi pemerintah Iran, seorang jurnalis bahkan terlihat panik ketika ledakan terjadi tidak jauh dari lokasi peliputan.

Koresponden Al Jazeera di Teheran, Tohid Asadi, menyampaikan bahwa intensitas serangan kali ini jauh lebih besar dibanding hari-hari sebelumnya.

"Sejak dini hari hingga pagi ini, kami menyaksikan gelombang serangan besar yang terus berlanjut," ujarnya.

Menurutnya, getaran ledakan bahkan terasa hingga ke kantor biro media tersebut di ibu kota Iran.

"Saya dapat mengatakan bahwa dibandingkan dengan hari-hari sebelumnya, kami melihat pengeboman yang lebih berat semalam, setidaknya di ibu kota," katanya.

Ia menambahkan bahwa langit kota dipenuhi jet tempur, sementara suara ledakan terdengar berulang kali dari berbagai arah.

Sejumlah Kota Iran Turut Diserang

Serangan udara tidak hanya terjadi di Teheran. Laporan juga menyebutkan ledakan terdengar di beberapa kota strategis Iran, termasuk Kermanshah, Shiraz, dan Isfahan, wilayah yang diketahui memiliki fasilitas militer dan pangkalan rudal Iran.

Militer Israel mengklaim sebagian besar sistem pertahanan udara Iran berhasil dilumpuhkan, termasuk sejumlah peluncur rudal balistik.

Namun sejumlah laporan lapangan juga menyebutkan beberapa lokasi sipil ikut terdampak, termasuk gedung apartemen, area parkir kendaraan, hingga stasiun pengisian bahan bakar.

Bom Penembus Bunker Digunakan

Komandan United States Central Command atau CENTCOM, Brad Cooper, mengungkapkan bahwa pesawat pengebom Northrop B‑2 Spirit milik Amerika menjatuhkan bom penembus bunker seberat sekitar 2.000 pon.

Bom tersebut dirancang untuk menghancurkan fasilitas militer yang berada jauh di bawah tanah.

"Kami juga menyerang fasilitas yang setara dengan Komando Antariksa Iran, yang selama ini menjadi bagian dari kemampuan mereka untuk mengancam warga Amerika," kata Cooper.

Sementara itu, Menteri Pertahanan Amerika Serikat Pete Hegseth menegaskan bahwa operasi militer terhadap Iran akan terus diperluas.

"Lebih banyak skuadron jet tempur, lebih banyak kemampuan militer, dan lebih banyak sistem pertahanan. Serangan pengebom juga akan dilakukan lebih sering," ujar Hegseth.

Ketegangan Global Meningkat

Meningkatnya intensitas serangan ini memicu kekhawatiran dunia internasional. Sejumlah negara dan organisasi global mulai menyerukan deeskalasi konflik untuk mencegah perang meluas ke kawasan Timur Tengah secara lebih luas.

Pengamat militer menilai penggunaan pesawat pengebom siluman serta bom penembus bunker menunjukkan bahwa operasi militer kini difokuskan pada penghancuran infrastruktur strategis Iran, termasuk fasilitas rudal dan instalasi bawah tanah.

Jika eskalasi ini terus berlanjut, konflik berpotensi memengaruhi stabilitas kawasan, jalur energi global, hingga keamanan internasional.

Editor : Purnawarman

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut