Warga Israel Kabur ke Sinai Takut Dirudal Iran, Keluhkan Biaya Tinggi di Perbatasan Mesir
KAIRO, iNewsLombok.id - Gelombang warga Israel yang melarikan diri ke wilayah Semenanjung Sinai, Mesir, meningkat tajam di tengah kekhawatiran serangan balasan Iran. Namun, pelarian tersebut diwarnai keluhan karena lonjakan biaya penyeberangan dan akomodasi yang dinilai tidak wajar.
Media Israel melaporkan bahwa otoritas Mesir menaikkan tarif di perbatasan Taba, jalur utama keluar-masuk warga Israel menuju Sinai. Kenaikan ini terjadi bersamaan dengan meningkatnya jumlah warga yang menggunakan jalur darat akibat terganggunya penerbangan internasional.
"Biaya penyeberangan untuk individu di perbatasan Taba telah mencapai USD120, dibandingkan dengan USD60 minggu lalu," tulis laporan media tersebut.
Tak hanya itu, biaya untuk kendaraan juga mengalami lonjakan signifikan.
"Biaya penyeberangan kendaraan juga naik menjadi USD50, dari USD10 sebelum perang."
Selain biaya perbatasan, warga Israel juga mengeluhkan harga hotel di kawasan wisata Sinai, termasuk Sharm el-Sheikh, yang disebut lebih mahal dibandingkan wisatawan dari negara lain.
Laporan tersebut menemukan adanya perbedaan harga di platform pemesanan global.
Editor : Purnawarman