Detik-Detik Bareskrim Tangkap Bandar Narkoba Ko Erwin di Laut Menuju Malaysia
Ko Erwin disebut memiliki peran penting dalam jaringan peredaran sabu di wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB). Ia diduga menjadi pengendali distribusi narkotika dalam skala besar yang menyuplai sejumlah wilayah di NTB.
Kasus ini juga menyeret nama mantan Kapolres Bima, AKBP Didik, serta mantan Kasat Narkoba Polres Bima. Keduanya diduga menerima suap dari Ko Erwin untuk memuluskan operasional jaringan tersebut.
Penangkapan Ko Erwin dipandang sebagai perkembangan signifikan dalam pengungkapan jaringan narkoba yang melibatkan oknum aparat.
Setelah diamankan, Ko Erwin langsung diterbangkan ke Mabes Polri di Jakarta untuk menjalani pemeriksaan intensif. Penyidik akan mendalami:
Alur distribusi narkoba lintas provinsi
Dugaan keterlibatan jaringan internasional
Potensi tindak pidana pencucian uang (TPPU)
Keterlibatan pihak lain dalam sindikat
Bareskrim Polri juga tengah menelusuri aset-aset yang diduga berasal dari hasil kejahatan narkotika.
Jalur laut Sumatera Utara–Malaysia merupakan salah satu rute favorit sindikat narkoba internasional.
Indonesia masih menjadi target pasar besar peredaran sabu dari jaringan luar negeri.
Penindakan terhadap bandar besar dinilai penting untuk memutus mata rantai distribusi di tingkat daerah.
Dalam beberapa tahun terakhir, aparat meningkatkan patroli laut terpadu guna menekan penyelundupan narkotika.
Editor : Purnawarman