LOMBOK, iNewsLombok.id - Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD NTB, Akhdiansyah, mempertanyakan keseriusan Pemerintah Provinsi NTB dalam menyiapkan anggaran untuk penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII 2028.
Menurut Akhdiansyah, setelah dirinya mengecek dokumen APBD Murni 2026 dan APBD Perubahan 2026, belum terlihat alokasi anggaran yang secara khusus mencerminkan komitmen NTB sebagai salah satu tuan rumah PON 2028.
"Kita belum melihat mengalokasikan untuk PON. Kami pertanyakan keseriusan Gubernur. Ini kita tuan rumah sudah kasih percayaan, inpacknya, komitmen belum ada tergambar dalam dokumen APBD Murni 2026 dan Perubahan kita cek belum ada. Kalau NTT di APBD 2025 dianggarkan Rp250 miliar dan APBD 2026 Rp500 miliar," tegasnya, Senin (2/11/2026).
Akhdiansyah menilai status sebagai tuan rumah PON seharusnya diikuti dengan perencanaan anggaran yang jelas. Terlebih, penyelenggaraan PON membutuhkan kesiapan venue, fasilitas pendukung, operasional pertandingan hingga berbagai kebutuhan teknis lainnya.
Politikus PKB yang akrab disapa Guru To’i itu kembali menegaskan bahwa alokasi anggaran untuk PON belum terlihat dalam dokumen APBD yang telah diperiksa.
"Kita tidak tergambar di APBD, saya atas nama anggota banggar dari fraksi PKB harus dipertanyakan," tegasnya.
Editor : Purnawarman
Artikel Terkait
