SUMBAWA BARAT, iNewsLombok.id – Upaya mendorong pertanian organik mulai berkembang di Desa Tatar, Kecamatan Sekongkang, Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), Nusa Tenggara Barat (NTB). Kelompok perempuan dan petani milenial dilibatkan sebagai penggerak utama untuk mengembangkan sistem budidaya yang memanfaatkan sumber daya lokal.
Salah satu praktik yang mulai dilakukan adalah pembuatan Mikroorganisme Lokal (MOL) dari bahan-bahan yang tersedia di sekitar rumah. MOL kemudian dimanfaatkan sebagai bagian dari pengelolaan nutrisi dan budidaya pertanian organik.
Program tersebut merupakan perluasan Pengembangan Pertanian Organik yang diinisiasi PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMMAN) bersama Aliksa Organik SRI Consultant. Sebelumnya, metode serupa telah diterapkan di Desa Maluk dan Desa Benete, Kecamatan Maluk.
Pengembangan ke Desa Tatar dilakukan setelah penerapan metode System of Rice Intensification (SRI) Organik di dua desa tersebut menunjukkan peningkatan produktivitas. Rata-rata hasil panen yang dilaporkan mencapai 7,34 ton per hektare, dibandingkan sekitar 4 ton per hektare dengan pola konvensional sebelumnya.
84 Peserta Ikuti Pelatihan Ekologi Tanah
Di Desa Tatar, pengembangan program diawali dengan studi asesmen pada 13–16 Agustus 2026. Tahapan tersebut dilakukan untuk memetakan kondisi sosial-ekologis, potensi sumber daya lokal, serta tantangan yang dihadapi petani.
Program kemudian dilanjutkan dengan Pelatihan Ekologi Tanah (PET) pada 4–10 Oktober 2026. Sebanyak 84 peserta mengikuti pelatihan tersebut, termasuk anggota Kelompok Wanita Tani (KWT) Mawar Merah dan petani milenial.
Editor : Purnawarman
Artikel Terkait
